Prostitusi Online di Depok, Begini Pengakuan Tersangka

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi online (pixabay.com)

    Ilustrasi prostitusi online (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Depok – Tersangka prostitusi online, MR, 21 tahun mengaku para korbannya yang merupakan pekerja seks komersial bekerja atas kemauan sendiri.

    “Dia (korban) minta bantu tolong, dia suka curhat masalah ekonomi ke saya,” kata MR di Mapolresta Depok, Selasa, 22 Oktober 2019.

    MR mengaku awalnya ia berprofesi sebagai penyewa kamar apartemen transit di Margonda Residence, Depok. “Dia suka nyewa kamar saya, di sanalah sering curhat,” kata dia.

    Atas dasar iba, MR pun memberikan solusi dengan menawarkan usaha jasa pemuas lelaki hidung belang, “Kasian, dia rata-rata janda anak satu, buat bantu bantu kebutuhan ekonomi dia juga,” kata MR.

    MR mengatakan sekali transaksi wanita itu dihargai Rp 600 ribu per jamnnya kepada pelanggannya, “Saya dapat Rp 150 dari setiap transaksi,” ujarnya.

    Dalam sehari, MR mengaku bisa memperoleh Rp 300 ribu dan ia mengaku baru menjalani bisnis tersebut sejak September 2019.

    Sebelumnya, Kepolisian Resor Kota Depok membongkar praktik prostitusi online atau melalui media sosial yang menawarkan jasa wanita pekerja seks komersial (PSK). “Kami amankan seorang yang diduga muncikari berinisial MR (21) bersama korbannya, H (22), di di Apartemen Margonda Residence 2,” kata Kapolresta Depok Ajun Komisaris Besar Azis Andriansyah dalam keterangan resmi yang diterima Tempo pada Senin, 21 Oktober 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.