Pemilihan Wagub DKI Macet, Pengamat: Dua Sekutu PKS Tak Membantu

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana lengang rapat Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta membahas Rancangan Tatib Pemilihan di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    Suasana lengang rapat Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta membahas Rancangan Tatib Pemilihan di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD DKI, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Partai Gerindra dinilai tak membantu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam mempercepat pemilihan wakil gubernur atau Wagub DKI.

    Padahal, menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, keduanya adalah sekutu PKS dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2017.

    "Peran Gerindra dan Anies Baswedan dalam membantu PKS mendapatkan kursi wagub dengan cepat belum tampak. Padahal mereka adalah sekutu utama saat pilkada; Gerindra-PKS-Anies," kata Adi saat dihubungi Tempo, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Menurut dia, secara tak langsung Anies memiliki posisi tawar alias bargaining politik dengan fraksi partai politikus Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Kekuatan ini, ucap Adi, yang dapat Anies manfaatkan untuk mempercepat rapat paripurna (rapur) pemilihan wagub.

    "Sangat penting posisi Anies dalam mempercepat paripurna," ujar dia.

    Ihwal peran Gerindra, partai besutan Prabowo Subianto ini adalah sekutu utama PKS. Dia menyampaikan, Gerindra bisa saja membantu PKS melobi fraksi lain di DPRD DKI. Namun saat ini, Adi merasa ironis lantaran PKS seolah-olah berjuang sendirian tanpa Gerindra.

    PKS dan Gerindra berkoalisi dalam mengusung pasangan calon presiden-wakil presiden pada pemilihan 2014 dan berlanjut di tahun ini. Dua partai ini juga yang berjuang memenangkan pasangan gubernur dan wakil gubernur DKI, Anies Baswedan-Sandiaga Uno saat Pilkada DKI 2017.

    "Jika masih menganggap PKS sekutu utama, membantu PKS meyakinkan fraksi lain untuk segera paripurna adalah langkah bijak. Kecuali Gerindra anggap PKS bukan sekutu lagi," ucap pengamat politik asal Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

    Hingga kini kursi Wagub DKI masih kosong. Dua partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno, PKS dan Gerindra, telah mencalonkan dua nama. Bola pemilihan ada di tangan DPRD DKI. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.