Menjelang Musim Hujan, Pemkot Jakpus Antisipasi DBD dan Genangan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas saat membersihkan sampah di are pompa penyedot air  dikawasan perumahan IKPN yang tergenangi banjir, Jakarta, Minggu (12/2). Hujan yang deras semenjak malam minggu membuat kali Pesanggarahan meluap sehingga mengakibatkan banjir setinggi 30cm. Tempo/Aditia Noviansyah

    Seorang petugas saat membersihkan sampah di are pompa penyedot air dikawasan perumahan IKPN yang tergenangi banjir, Jakarta, Minggu (12/2). Hujan yang deras semenjak malam minggu membuat kali Pesanggarahan meluap sehingga mengakibatkan banjir setinggi 30cm. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyiapkan dua langkah antisipasi menjelang datangnya musim hujan. Antisipasi terutama berkaitan dengan penyakit musiman dan pencegahan genangan.

    "Pertama adalah terkait dengan peningkatan DBD (demam berdarah dengue), begitu hujan pertama kalo pasti akan banyak nyamuk yang menetas dan menjadi dewasa. Nah kita harus antisipasi itu," kata Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa, 22 Oktober 2019.

    Untuk mengantisipasi itu, Kepala Sukudinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan peran jumantik atau juru pemantau jentik. "Kami mengoptimalkan jumantik mandiri dan jumantik keliling di masing- masing wilayah di delapan kecamatan," kata dia.

    Saat ini, jumlah jumantik di wilayah Jakarta Pusat sebayak 4.782 orang yang terdaftar di bawah binaan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat.

    Sementara itu, untuk mencegah genangan akibat hujan, Bayu mengatakan pihaknya menyiapkan pompa air. "Makanya saya minta ke Sudin SDA (Suku Dinas Sumber Daya Air) agar memperbaiki pompa air di sejumlah kawasan Jakarta Pusat. Yang namanya kawasan strategis, apakah itu MRT dan Sudirman, terowongan-terowongan underpass, itu tolong betul-betul diperhatikan," kata dia.

    Selain pompa air, menurut Bayu, pihaknya sudah menyiapkan sumur resapan dan biopori sehingga ketika hujan turun, air langsung diresap oleh tanah dan tidak menimbulkan genangan.

    Bayu pun mengimbau Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) agar giat membersihkan saluran air sehingga terhindar dari sampah yang menyumbat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.