Pilkades Serentak, Bupati Bogor: Laporkan Calon Arogan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para calon kepala desa di Kabupaten Bogor mengikuti deklarasi Pilkades damai di Gedung Utama Tegar Beriman, Cibinong, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    Para calon kepala desa di Kabupaten Bogor mengikuti deklarasi Pilkades damai di Gedung Utama Tegar Beriman, Cibinong, Selasa 22 Oktober 2019. TEMPO/M.A MURTADHO

    TEMPO.CO, Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin minta masyarakat segera melapor jika ada oknum ormas yang berulah ketika mendukung salah satu calon di Pilkades Serentak.  

    Menurut Ade, tidak sedikit calon kades yang tertekan karena ulah oknum ormas itu mengadu kepadanya. "Kalau ada yang arogan merasa dibackup ormas, segera laporkan karena saya ingin Pilkades sukses tanpa ekses," kata Ade saat deklarasi damai Pilkades serentak di gedung Tegar Beriman, Cibinong, Selasa 22 Oktober 2019.

    Namun Ade tidak mengatakan secara detail ormas mana yang dimaksudkannya. Dia menyebut kebanyakan ormas itu berseragam layaknya Tentara Nasional Indonesia atau TNI. "Cuma mereka mah ABCD alias Abri Bukan Cepak Doang," kata Ade berseloroh yang disambut tawa peserta.

    Seorang anggota tim sukses Cakades di Kecamatan Cijeruk Ahmad Saepi mengatakan tekanan yang dilakukan bukan hanya oleh ormas, melainkan juga preman kampung. Preman ini disewa oleh cakades tertentu untuk menakut-nakuti saat kampanye dan suka menggertak saat memasang alat praga kampanye.

    "Ngancam secara langsung sih tidak, cuma mereka teh suka gangguin apalagi pas masangin spanduk suka diminta diturunkan kembali," ucap Saepi kepada Tempo, Rabu 23 Oktober 2019.

    Muhaimin warga Sanca, Citereup mengatakan masing-masing cakades di wilayahnya sering melibatkan ormas. Akibatnya, kerap terjadi keributan antar ormas. "Biasalah paribut kue, ormas pendukung A sama pendukung B. Mereka yang buat tidak kondusif mah, bukan warganya," uajrnya.

    Dia menyebut citra ormas saat ini sudah tidak baik di mata masyarakat, karena sering terlibat bentrok. "Menurut saya mending tidak ada ormas, sekalipun ada lebih baik jangan pake atribut, takut jadi gesekan karena ormas di kita banyak," tambahnya.

    Direktur Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik (LPKP) Rahmatullah menyebut kehadiran Ormas di Pilkades adalah hal lumrah. Rahmat memandang hal yang biasa jika ada ormas yang mendukung pemenangan seorang calon. "Hal ini kan biasa dukung mendukung, asalkan tidak melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan," ujar Rahmat.

    Jika kegiatan yang melibatkan ormas itu positif seperti Kegiatan sosial dan bermanfaat buat kepentingn umum, pasti dampaknya baik juga. "Baik buat ormas itu sendiri atau mungkin point juga buat cakades tersebut," kata Rahmat.

    Bila ada Cakades di Kabupaten Bogor yang diintimidasi oleh ormas pendukung calon lain, Rahmat menyarankan untuk melaporkannya pada pihak yang berwajib. Namun dia berharap hal itu tidak terjadi karena dampaknya akan sangat buruk terhadap proses penyelenggaran pilkades serentak dan mampu menyebabkan konflik yang besar. "Apalagi pilkades kan pesta demokrasi tingkat paling bawah dan pasti lebih rentan," ujarnya.

    M.A MURTADHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.