Saksi Sebut Nunung Dirawat Psikiater Selama 3 Tahun Karena Depresi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tri Retno Prayudati alias Nunung dalam sidang kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 23 Oktober 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Tri Retno Prayudati alias Nunung dalam sidang kasus penyalahgunaan narkotika di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 23 Oktober 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung sudah tiga tahun menjalani perawatan bersama psikiater sebelum ditangkap karena kasus penyalahgunaan narkotika. Saat ini Nunung direhabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Jakarta sejak Agustus 2019.

    Dokter RSKO dr. Herny Taruli Tambunan menyampaikan informasi itu saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. "Didiagnosa mengalami gangguan jiwa seperti depresi," ujar dia di hadapan majelis hakim pada Rabu, 23 Oktober 2019.

    Menurut Herny, depresi yang dialami Nunung bisa dikategorikan terselubung. Walau sering terlihat ceria, bukan berarti Nunung lepas dari rasa cemas.

    Herny mengatakan, Nunung tidak hanya memiliki gangguan psikologis namun juga fisik. Masalah itu diketahui saat melakukan screening di RSKO.

    "Ada kecenderungan peningkatan kadar gula darah yang memang sudah lama diderita. Kondisi itu diperparah karena kondisi psikologisnya. Jadi wajar saja kalau kondisinya kalut," ujar Herny.

    Herny mengatakan, perkembangan rehabilitasi Nunung selama ini cukup bagus. Namun ia menyarankan pelawak Srimulat itu tidak hanya direhabilitasi medis melainkan juga secara psikologis agar bisa sembuh dari ketergantungan narkoba.

    "Karena menjadi orang yang punya batasan fisik dan mental tidak mudah," kata dia.

    Polisi menangkap Nunung dan suaminya July Jan Sambiran beserta pengedar sabu bernama Hadi Moheryanto alias Tabu pada Jumat, 19 Juli 2019 di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Di rumah pelawak itu, polisi menyita sabu seberat 0,36 gram. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.