Cuaca Jakarta, BMKG: Jakarta Barat Terpanas Siang Ini, Suhunya ..

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua bocah bermain di kolam air mancur di atas sungai Ciliwung, Pasar Baru, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Menurut hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geologi (BMKG) persebaran suhu panas dominan berada di selatan khatulistiwa, salah satunya di pulau Jawa hingga Nusa Tenggara dengan suhu mencapai 37 derajat Celcius. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Dua bocah bermain di kolam air mancur di atas sungai Ciliwung, Pasar Baru, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Menurut hasil pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geologi (BMKG) persebaran suhu panas dominan berada di selatan khatulistiwa, salah satunya di pulau Jawa hingga Nusa Tenggara dengan suhu mencapai 37 derajat Celcius. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di seluruh wilayah Jakarta akan cerah pada siang ini, Kamis 24 Oktober 2019. Jakarta Barat akan menjadi terpanas di antara 5 wilayah lainnya dengan suhu 34 derajat Celsius.

    Berdasarkan situs resmi bmkg.go.id, suhu di Jakarta Selatan dan Timur siang nanti terukur 33 derajat Celsius. Selanjutnya adalah Kepulauan Seribu dengan suhu 32 derajat serta Jakarta Pusat dan Utara 31 derajat Celsius.

    Memasuki malam, kondisi cuaca di sejumlah wilayah seperti Jakarta Barat, Selatan, dan Timur akan berubah menjadi cerah berawan, sementara Jakarta Pusat, Utara, dan Kepulauan Seribu tetap cerah.

    Dengan kondisi seperti itu, BMKG memprediksi tingkat kelembapan di wilayah Jakarta berkisar antara 50-85 persen. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang pada siang dan sore di Ibu Kota.

    Sebelumnya, BMKG menyatakan cuaca panas masih akan melanda kawasan DKI Jakarta dan sekitarnya hingga akhir Oktober 2019. Kepala Bidang Diseminasi, Informasi, Iklim dan Kualitas Udara Badan BMKG Hary Tirto Djatmiko, mengatakan panas yang terjadi beberapa hari terakhir karena adanya gerak semu matahari.

    "Berdasarkan persebaran suhu panas yang dominan berada di selatan katulistiwa," kata Hary melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 22 Oktober 2019. Dia memastikan, gerak semu matahari merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.