Polisi Lepas Tembakan ke Udara saat Tangkap Pesinetron Ibnu Rahim

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibnu Rahim, pemain sinetron Madun ditangkap Polres Tangerang Selatan karena kedapatan mengedarkan serta mengkonsumsi narkotika jenis sabu dan ekstasi, Kamis 24 Oktober 2019. Tempo/Muhammad Kurnianto

    Ibnu Rahim, pemain sinetron Madun ditangkap Polres Tangerang Selatan karena kedapatan mengedarkan serta mengkonsumsi narkotika jenis sabu dan ekstasi, Kamis 24 Oktober 2019. Tempo/Muhammad Kurnianto

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Pemain sinetron Madun, Ibnu Rahim (19), sempat melawan petugas ketika akan ditangkap sehingga polisi harus melepaskan tembakan peringatan ke udara. Ibnu diduga menjadi pengedar sabu karena menyimpan beberapa klip sabu dan pil ekstasi di dalam tasnya.  

    "Saat akan ditangkap, pelaku Ibnu Rahim ini melawan petugas karena merasa tidak bersalah dan dia juga membuang alat komunikasinya," kata Kepala satuan reserse Narkotika polres Tangerang Selatan Inspektur Satu Edy Suprayitno, Kamis 24 Oktober 2019.

    Menurut Edy, saat ditangkap Ibnu bersama seorang rekannya bernama Arif Budianto (27). Dari tangan Ibnu didapat tiga plastik klip kecil berisi sabu dan satu plastik klip kecil berisi lima ekstasi.

    Polisi menangkap Ibnu di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Rabu kemarin. "Saat kita geledah tasnya, ada sabu serta ekstasi, dia mengelak untuk ditangkap kemudian kita beri tembakan peringatan ke udara," ujarnya.

    Ibnu Rahim dan rekannya yang diduga pengedar sabu kini dikenakan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. "Kedua tersangka berikut barang bukti sabu sebanyak 1,06 gram, satu buah cangklong kaca, dan lima butir ekstasi kami amankan guna pemeriksaan lebih lanjut," katanya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?