Serapan Anggaran DKI Baru 57 Persen, Sekda Yakin Target Tercapai

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta saat membahas rencana Kebijakan Umum   Anggaran Plafon Pioritas Anggaran Sementara  2020, Rabu 14 Agustus 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta saat membahas rencana Kebijakan Umum Anggaran Plafon Pioritas Anggaran Sementara 2020, Rabu 14 Agustus 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Jakarta meyakini target serapan anggaran DKI tahun 2019 sebesar 85 persen akan tercapai. Hingga 25 Oktober, serapan anggaran yang dilaporkan di situs publik.bapedadki.net baru 57 persen.

    “Kalau dibanding dengan tahun lalu di bulan yang sama jauh sekali dengan penyerapan tahun sekarang yang kalau saya bulatkan sudah 60 persen," ujar Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah di Balai Kota.

    Saefullah mengatakan hingga akhir tahun Pemerintah DKI masih memiliki beberapa kegiatan pembangunan yang pembayarannya pada Desember mendatang. Dia berharap kegiatan tersebut bisa mendongkrak serapan anggaran.

    Dia optimistis target bakal tercapai karena saat ini penerimaan pajak DKI di sektor Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) baru Rp 3 Triliun dari target penerimaan Rp 9 triliun.

    Menurut Saefullah saat ini terkait pengurangan transaksi dan penurunan daya beli di masyarakat. “Ada pengurangan transaksi, penurunan jual beli,” ujarnya.

    Meskipun mengejar target serapan anggaran DKI, Saefullah mengatakan bahwa realisasi anggaran harus tetap efesien dan tidak ada pemborosan.”Harus tetap ada penghematan efesiensi anggaran jangan ada pemborosan,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.