BMKG: Cuaca Panas Pekan Depan di Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga melintasi pohon-pohon yang mulai kering di Buperta Cibubur, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu panas udara maksimum 37 derajat celcius terjadi di wilayah Jawa berasal dari gerak semu matahari di selatan khatulistiwa. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

    Seorang warga melintasi pohon-pohon yang mulai kering di Buperta Cibubur, Jakarta, Selasa 22 Oktober 2019. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu panas udara maksimum 37 derajat celcius terjadi di wilayah Jawa berasal dari gerak semu matahari di selatan khatulistiwa. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca panas masih berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan.

    "Hingga tujuh hari ke depan suhu tinggi masih berpotensi terjadi, terutama di Jawa, Bali, NTB, NTT dan Sulawesi," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Fachri Radjab di Jakarta, Sabtu 26 Oktober 2019.

    Kondisi suhu panas hingga cuaca terasa sangat panas tersebut lazim terjadi di periode akhir musim kemarau. Penyebab cuaca panas tersebut karena posisi semu matahari saat ini sedang berada di sekitar equator, sehingga pemanasan dari sinar matahari maksimal.

    Pada saat yang sama, massa udara yang berada di atas Indonesia, khusus bagian selatan Indonesia berasal dari selatan yaitu Australia yang bersifat kering dan panas.

    Massa udara yang kering dan panas tersebut menyebabkan sulitnya pertumbuhan awan. Karena awan minim (langit cerah), maka pemanasan dari sinar matahari langsung diterima bumi tanpa terhalang awan sehingga suhu makin naik.

    Pada bulan September, matahari berada di sekitar wilayah khatulistiwa dan akan terus bergerak ke belahan bumi selatan hingga Desember 2019. Sehingga pada Oktober, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan yaitu Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan sebagainya.

    BMKG mencatat dalam 24 jam terakhir suhu tertinggi yang diamati BMKG tercatat 38,8 derajat Celcius di Jatiwangi Cirebon. Bahkan rekor cuaca panas tertinggi terjadi pada 24 Oktober 2019 di daerah Ciputat, Jakarta Selatan, yaitu 39,6 derajat Celsius.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.