Normalisasi Waduk, Apa Kabar Waduk di Marunda Kini?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jokowi meninjau pembuatan waduk Rawa Kendal di Marunda, Jakarta, pada 26 Agustus 2014. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Jokowi meninjau pembuatan waduk Rawa Kendal di Marunda, Jakarta, pada 26 Agustus 2014. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta -Pembangunan ataupun normalisasi waduk di Kecamatan Marunda, Jakarta Utara terbengkalai selama lebih kurang empat tahun.

    Warga sekitar mengatakan jika selama empat tahun itu tidak ada tanda-tanda dari Pemerintah Provinsi DKI hendak melanjutkan pembangunan terhadap kedua waduk ini.

    “Sudah empat tahun sejak pak Jokowi naik jadi Presiden tidak dilanjutkan lagi pembangunan waduknya, waktu itu sempat dikerjakan lebih kurang satu tahun, waktu itu baru pengerokkan saja,”kata seorang warga, Budi Pangestu, 21 Tahun pada Jumat, 25 Oktober 2019.

    Jogi Silitonga, 36 tahun, yang merupakan PLT Lurah Marunda enggan mengatakan alasan pembangunan kedua waduk ini diberhentikan.

    “Kalau itu coba langsung ditanyakan ke Dinas Sumber Daya Air saja, karena tugas itu tanggung jawab mereka,” katanya.

    Sebelumnya, Jokowi telah meresmikan pembangunan waduk di Marunda pada 11 Februari 2014. Namun, ketika Jokowi menjadi presiden, pembangunan ini tidak dilanjutkan oleh Gubernur selanjutnya.

    Waduk seluas 56 hektar itu dijanjikan akan menampung air yang berasal dari wilayah Jakarta Timur. Air dari Kanal Banjir Timur (KBT) masuk ke Kali Blencong dan kemudian mengalir ke Waduk Marunda. Apabila waduk tersebut penuh, tersedia pompa untuk membuang air ke laut.

    Saat ini di lokasi waduk di daerah sungai tiram tidak ada alat berat, yang artinya tidak ada perkembangan dalam pembangunan waduk ini. Kondisi air di waduk sungai tiram saat ini dangkal dikarenakan kemarau berkepanjangan.

    Menurut pengakuan seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya, dikarenakan tidak ada kelanjutan dalam pembangunan waduk tersebut, warga sekitar membangun empang pada setengah lahan waduk untuk menghidupi kebutuhan mereka.

    “Itu sudah lama sekali tidak dikerjakan, bahkan sangking lamanya, udah dijadiin empang sama warga karena kayaknya gakada pembangunan lagi,” katanya.

    Waduk rawa kendal sendiri kondisi airnya sudah mulai kering dan memang luas lahan tidak seluas waduk sungai Tiram. Berbeda dengan lingkungan waduk sungai tiram yang ramai dengan rumah-rumah warga, waduk rawa kendal cenderung sepi dan tidak ada rumah warga di sekitar wadu tersebut.

    Dalam hal ini, warga masih berharap pemerintah dapat menindaklanjuti pembangunan waduk ini.

    “Kami tentu mengharapkan bahwa ada kelanjutan dalam pembangunan waduk ini,” kata Jogi terkait normalisasi waduk di Marunda itu.

    MEIDYANA ADITAMA WINATA l DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.