DKI Akan Ukur Kualitas Udara Selama Konvoi Kendaraan Listrik

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan bertenaga listrik melakukan konvoi menuju BPPT Serpong di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu, 7 September 2019. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso.

    Sejumlah kendaraan bertenaga listrik melakukan konvoi menuju BPPT Serpong di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu, 7 September 2019. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso.

    TEMPO.CO, JAKARTA - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan memantau kualitas udara Jakarta saat konvoi kendaraan listrik dalam Karnaval Langit Biru Jakarta, Minggu 27 Oktober 2019. Sejumlah alat pemantauan kualitas udara akan ditempatkan di rute konvoi: Bundaran Senayan-Bundaran HI.

    "Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) mobile akan mengukur kualitas udara saat karnaval, serta sehari sebelum dan sesudah kegiatan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Andono Warih dalam keterangan yang dibagikannya tertulis, Minggu. 

    Sebelumnya, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sefullah menjelaskan pemda perlu mengukur dampak kendaraan listrik terhadap kualitas udara Jakarta. Pengukuran bahkan disebut akan dilakukan setiap jam untuk mendapatkan data yang valid.

    "Semakin banyak lokasi pengukuran, semakin sering diukur dan dicatat, maka analisa menjadi semakin baik," ujarnya.

    Menurut Saefullah, sebanyak 400 kendaraan listrik akan terlibat dalam konvoi tersebut, seperti sepeda listrik, motor listrik, hingga mobil dan bus listrik. Karnaval itu digelar selain memperingati Hari Listrik Nasional, juga untuk menyambut ajang balap mobil listrik Formula E di Jakarta tahun depan.

    Saefullah berharap konvoi atau karnaval akan mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke kendaraan listrik. "Ini juga sebagai ajang kampanye untuk beralih ke kendaraan yang ramah lingkungan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.