Pelajar Tenggelam di Kolam Renang Marinir, Ini Kronologisnya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tenggelam. bellanaija.com

    Ilustrasi orang tenggelam. bellanaija.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga pelajar SMP tenggelam di kolam renang Sport Center Usman Harun di Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu 26 Oktober 2019, datang tanpa pelatih. Kolam renang di pusat olahraga milik Korps Marinir, TNI AL, itu memiliki kedalaman empat meter.

    "Mereka datang ke kolam renang pukul 08.30 WIB, bertiga sebagai pengunjung umum tanpa pelatih," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Bastoni Purnama, Sabtu malam.

    Ketiganya adalah Abizar (13), Iqbal Nugroho (14), dan Rasya Khafid Nasrullah (13). Dalam peristiwa itu Abizar meninggal dalam perjalanan menuju RS Marinir Cilandak, Iqbal meninggal di RSMC, sedang Rasya menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

    Menurut Bastoni, peristiwa tenggelam terjadi tak lama setelah anak-anak itu datang ke kolam renang yakni sekitar pukul 9. Tapi laporan baru diterima kepolisian setempat Pukul 15.30.

    Polisi, kata Bastoni, telah memeriksa saksi petugas tiket kolam renang yakni Sigit Puji. Keterangan yang diberikan menyebutkan saksi lain bernama Yunan, petugas penjaga kolam renang, melaporkan ada yang tenggelam di kolam sedalam empat meter. 

    Mendengarnya, Sigit langsung berlari ke kolam dan terjun untuk menyelamatkan para korban. "Langsung dilakukan pertolongan pertama dengan memompa jantung di dada," kata Bastoni.

    Sigit adalah anggota TNI berpangkat Sersan Kepala. Tak mendapati respons dari para korban, dia langsung memerintahkan untuk membawa ketiga korban ke UGD RSMC.

    Ketiga korban dibawa saat itu juga menggunakan kendaraan 'pick up' milik koperasi dan juga kendaraan pribadi milik pengunjung yang saat itu akan menjemput anaknya yang berenang di kolam renang umum Cilandak.

    Korban tiba di UGD RS Marinir Cilandak pukul 9.15 dan langsung mendapatkan penanganan medis oleh dokter jaga bernama Arif Eko Wibowo serta Eka Purwanto. "Namun nyawa dua anak tidak dapat tertolong, meninggal," kata Bastoni.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.