Imigrasi Tangerang Buka Gerai Paspor di Tangcity, Ini Jadwalnya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi paspor. shutterstock.com

    Ilustrasi paspor. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Tangetang -Masyarakat Tangerang dan sekitarnya kini mendapat kemudahan untuk melakukan penggantian paspor.

    Mulai kemarin Sabtu 26 Oktober 2019 kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang membuka
    Gerai Paspor di Rame Rame Food Carnival, Lantai 2 Tangcity Mall.

    Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Banten Imam Suyudi mengatakan Gerai Paspor Tangcity Mall akan melayani pendaftaran walk in tanpa harus mendaftar secara online.

    "Pembukaan Gerai Paspor ini sangat memudahkan masyarakat untuk melakukan penggantian paspor di akhir pekan tanpa harus mendaftar secara online," kata Imam.

    Imam menyebutkan Kantor Imigrasi Kota Tangerang menyiapkan sebanyak 40 kuota pemohon dengan persyaratan yang cukup mudah, yakni melampirkan e-KTP dan paspor lama untuk penggantian paspor habis berlaku atau halaman penuh pada Sabtu dan Minggu pukul 10.00-16.00 WIB.

    Direktur Tangcity Mall Norman Eka Saputra mengatakan pembukaan Gerai Paspor ini sangat memudahkan masyarakat  apalagi Tangcity Mall memiliki lokasi strategis di tengah Kota Tangerang dan dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” ujar Direktur Tangcity Mall Norman Eka Saputra.

    Norman Eka menyebutkan Gerai Paspor ini melengkapi fasilitas layanan di  Tangcity Mall. Pada awal  2019  Gerai SIM l8 juga dibuka di tempat sama.

    “Kami terus berupaya untuk melengkapi fasilitas pelayanan publik seperti pengurusan e-KTP, SIM, STNK, dan yang terakhir pengurusan paspor," kata Norman.

    Kehadiran berbagai fasilitas ini merupakan wujud komitmen Tangcity Mall untuk mendukung pemerintah dalam upaya menyelenggarakan pelayanan publik yang cepat, mudah, terjangkau, aman, dan nyaman, seperti paspor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.