Sempat Anggarkan Rp5 M Untuk Influencer Asing, Ini Penjelasan DKI

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan pertunjukan musik di trotoar depan FX Sudirman, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan pertunjukan musik di trotoar jalan Sudirman. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan pertunjukan musik di trotoar depan FX Sudirman, Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan pertunjukan musik di trotoar jalan Sudirman. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Pariwisata DKI Jakarta  mengaku telah membatalkan rencana anggaran sebesar Rp 5 miliar khusus untuk menyewa jasa influencer di media sosial luar negeri dalam mempromosikan wisata Jakarta. Mata anggaran ini ada di antara plafon anggaran 2020 dinas tersebut.

    "Namanya mau promosi, dengan berbagai cara," ujar Sekretaris Dinas Pariwisata DKI Asiantoro saat dihubungi untuk diminta konfirmasinya, Minggu 27 Oktober 2019.

    Anggaran Rp 5 miliar tersebut tercantum dalam draf Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) 2020. Nama kegiatannya, penyelenggaraan aktivitas promosi pariwisata dan budaya melalui media sosial.

    Angkanya tampak terbesar di antara plafon mata anggaran lain seperti penyelenggaraan table top industri pariwisata Jakarta dengan biro perjalanan wisata dalam dan luar negeri yang akan melibatkan 200 industri senilai  Rp1 miliar. Ada pula lainnya, di antaranya, penyelenggaraan pameran pariwisata halal Rp3 miliar, Jakarta Light Festival Rp2,5 miliar, dan festival makanan tradisional nusantara Rp1,4 miliar.

    Asiantoro mengatakan dalam perencanaannya, lima influencer luar negeri tersebut akan diundang ke Jakarta untuk diperkenalkan lebih dekat dengan wisata daerah setempat. Setelah itu, diminta untuk mempromosikan di media sosial masing-masing.

    Saat ini, Asiantoro memastikan, plafon anggaran tersebut sudah dihapus. Rencana dicoret saat pembahasan di Badan Anggaran DPRD DKI. Asiantoro hanya mengatakan kalau kegiatan promosi menyewa lima influencer tersebut dibatalkan untuk efesiensi anggaran

    "Sekarang sudah dihapus alasannya karena efesiensi," katanya sambil menambahkan, "Kalau bisa, kami efesiensikan."

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.