Warga Laporkan Temuan Barang Antik dari Dasar Sungai Cisadane

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah barang antik yang ditemukan penangkap ikan di dasar Sungai Cisadane, Kabupaten Tangerang, yang sedang kering karena kemarau. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Sejumlah barang antik yang ditemukan penangkap ikan di dasar Sungai Cisadane, Kabupaten Tangerang, yang sedang kering karena kemarau. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Tangerang - Abdul Azis, warga Kampung Kiyai Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, mengaku menemukan sejumlah barang antik di Sungai Cisadane. Ada tiga jenis yang ditemukan masing-masing berbentuk teko kuning keemasan, benda bulat seperti rebana dari kulit dan logam berlapis emas, dan neraca berhias tiga patung merak berkaki satu.

    "Tiga benda antik ini saya temukan sekaligus di dasar Sungai Cisadane pada Agustus lalu," ujarnya saat ditemui di rumahnya, Minggu 27 Oktober 2019.

    Abdul Azis, 49 tahun, sehari harinya bekerja menangkap ikan di Sungai Cisadane. Dia menuturkan, teko emas yang pertama ditemukannya. Kakinya menginjak benda itu saat ia berendam di dasar sungai yang saat itu sedang susut karena kemarau.

    "Terinjak kaki saya dan terasa agak aneh, saya menyelam dan ternyata teko itu seperti satu set dengan dua benda lainnya," kata Azis.

    Yakin memiliki nilai sejarah, Azis berinisiatif melaporkan temuan-temuannya itu ke pemerintah daerah setempat. Namun hingga kini belum ada respons yang didapatnya.

    Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tangerang Achmad Surya Wijaya hanya mengatakan akan menindaklanjuti temuan itu. "Akan kami cek," katanya saat dihubungi terpisah.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, tiga benda yang ditemukan Azis tersebut memiliki bentuk dan corak yang berbeda. Benda pertama, teko setinggi sekitar 30 sentimeter, bertangkai, dan bercorong lebar,serta bagian tutupnya berbentuk kerucut dengan ujung lancip.

    Benda kedua berbentuk neraca juga setinggi 30 sentimeter. Bagian bawah berbentuk segi tiga dengan ujung kaki berukir, bagian tengah berfungsi sebagai penyangga berbentuk tiga patung burung merak berkaki satu, bagian atas berbentuk bulat ditambah wadah tatakan berbentuk persegi empat.

    Benda ketiga berbentuk bulat seperti rebana. Bagian atasnya terbuat dari kulit tebal dan di bagian dalam terdapat garis melingkar keemasan. Ketiga barang antik itu memiliki berat masing masing sekitar satu kilogram.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.