Kota Bekasi Usul 378 Kursi di Penerimaan CPNS 2019, Prioritasnya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah CPNS mengikuti Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    Sejumlah CPNS mengikuti Presidential Lecture 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu 24 Juli 2019. Kegiatan yang diikuti oleh 6.148 CPNS hasil seleksi tahun 2018 itu mengangkat tema Sinergi Untuk Melayani. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

    TEMPO.CO, Bekasi -Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mengusulkan sebanyak 378 formasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil atau CPNS 2019.

    Tenaga pendidik masih menjadi prioritas dalam usulan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia

    "Awal diusulkan 378 formasi, tapi yang disetujui 171," kata Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi Karto di Bekasi, Senin, 28 Oktober 2019.

    Karto merinci, usulan yang disetujui tersebut antara lain formasi tenaga pendidik sebanyak 106, kemudian kesehatan 55, dan teknis 10. Adapun pendaftaran dibuka melalui online. Tapi, sampai sekarang pengumuman pendaftaran belum jelas. Padahal, awalnya akan dibuka pada 25 Oktober.

    Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengakui instansinya masih kekurangan tenaga pendidik berstatus aparatur sipil negara. Jumlahnya sekarang mencapai 5600-an, padahal kebutuhannya bisa mencapai 10 ribu. Untuk menutupinya, pemerintah dibantu Guru Tenaga Kontrak mencapai 5.700-an orang.

    "Masih banyak kekurangan, apalagi tiap tahun ada saja yang masuk masa pensiun,” ungkap Inay.

    Dia menyebut, setiap tahun guru berstatus ASN di Kota Bekasi yang memasuki masa pensiun mencapai 300-500 orang. "Itu gabungan, baik guru SD maupun SMP," kata Inay terkait penerimaan CPNS 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.