Kursi di DPR Direbut Mulan Jameela dkk, Ini Curhat Caleg Gerindra

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota DPR yang juga artis Mulan Jameela (tengah) berbincang dengan rekan sejawatnya saat mengikuti Sidang Paripurna MPR ke-2 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019. Sidang ini dihadiri oleh wajah-wajah anggota dewan yang telah lama dikenal publik. ANTARA/M Risyal Hidayat

    Anggota DPR yang juga artis Mulan Jameela (tengah) berbincang dengan rekan sejawatnya saat mengikuti Sidang Paripurna MPR ke-2 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019. Sidang ini dihadiri oleh wajah-wajah anggota dewan yang telah lama dikenal publik. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Misriani Ilyas mengaku hanya mendapat salinan surat keputusan dari DPP Partai Gerindra tentang pemecatannya. Misriani adalah termasuk calon legislatif daerah pemilihan 2 DPRD Sulawesi Selatan yang gagal dilantik sebagai anggota DPR RI. Namanya digantikan kelompok  caleg lain yang di dalamnya terdapat artis Mulan Jameela

    Misriani mengisahkan hanya mendapat informasi pemecatan dirinya oleh Partai Gerindra melalui pengurus dewan pimpinan daerah. Menuntut kejelasan, dia lantas berangkat ke Jakarta untuk mendatangi kantor DPP Partai Gerindra. Di sana, dia mengaku menyerahkan sepucuk surat yang intinya meminta klarifikasi.

    "Saya mohon ke partai untuk menjelaskan kenapa saya diberhentikan? Kenapa saya tidak dilantik? Mohon agar pemberhentian saya dicabut karena saya gak pernah tahu apa persoalannya," ujar Misriani saat ditemui awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 31 Oktober 2019.

    Salinan surat pemecatan yang diterima Misriani itu bernomor 005D/SKBHA/DPP Gerindra/IX/2019 tentang Pemberhentian Keanggotaan sebagai Langkah Administrasi Pelaksanaan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 520/Ptd.Sus.Parpol/2019/PN.JKT.Sel tanggal 26 Agustus 2019.

    Walau telah berkunjung ke kantor DPP, Misriani mengaku tidak juga mendapat penjelasan dari pimpinan Partai Gerindra. Bahkan hingga saat ini, suratnya tidak berbalas. Dia kemudian mencoba menghubungi langsung anggota Dewan Pembina Partai Gerindra. "Saya sudah WhatsApp gak
    dijawab, gak dibalas, telpon saya gak diterima," kata dia.

    Istri Ahmad Dhani, Mulan Jameela saat mengikuti aksi solidaritas untuk suaminya di DPP Gerindra, Jakarta, 30 Januari 2019. Aksi Solidaritas Ahmad Dhani digelar sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas vonis penjara yang diterima musikus tersebut dalam kasus ujaran kebencian. TEMPO/Nurdiansah

    Tidak kunjung mendapat penjelasan dari partainya, Misriani memutuskan menggugat Dewan Pembina dan DPP Gerindra. Dia juga menggugat Mulan Jameela, Adam Muhammad, Nuraina, Pontjo Prayogo, Addani Taufik, Siti Jamaliah, Sugiono, Katherine A. OE, dan Irene yang dipilih Partai Gerindra untuk menggantikan sejumlah caleg terpilih dengan landasan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 520 itu.

    Putusan itu merupakan hasil gugatan Mulan Jameela Cs. Dalam gugatannya, mereka menyatakan seharusnya mendapat kursi setelah tidak satu pun kader Partai Gerindra di daerah pemilihan masing-masing memenuhi kuota yang harus dikumpulkan. Mereka memprotes Partai Gerindra karena dalam penggabungan suara mereka tak terpilih menjadi caleg yang maju ke DPR. Suara yang mereka kumpulkan disebut justru diberikan kepada calon legislatif lain.

    Adapun Misriani mengaku menang di pileg dengan mendapat 10.057 suara. Kemenangan itu diklaim sesuai dengan hasil pleno terbuka dan keputusan KPU Sulawesi Selatan Nomor 158/PL.01.9-Kpt/73/Prov/VIII/2019 tanggal 13 Agustus 2019. Namun, Partai Gerindra memutuskan memecatnya dan menggantikan dengan caleg lain yakni Adam Muhammad yang hanya mendulang 9.599 suara. Suara yang diperoleh Misriani bahkan disebut lebih banyak dari suara Partai Gerindra di Dapil tersebut yakni 7.711 suara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.