Prabowo Subianto Jadi Menhan, Kivlan Zen: Saya Dukung Sepenuhnya

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen bersiap menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. Menurut Kivlan, dalam kasusnya, polisi telah memeriksa dua orang anggota Badan Pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yaitu Permadi dan Lieus Sungkharisma.  TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen bersiap menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019. Menurut Kivlan, dalam kasusnya, polisi telah memeriksa dua orang anggota Badan Pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yaitu Permadi dan Lieus Sungkharisma. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen mendukung Prabowo Subianto masuk pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun dia, menyatakan tak menyampaikan Dukungan itu secara lisan, tapi hanya dipendam dalam hati.

    Kivlan menyampaikan guyonan itu ketika ditanya ihwal pesannya untuk Prabowo yang kini menjabat Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju.

    "Pesannya dalam hati saja. Maksudnya saling mengerti bahwa saya mendukung dia sepenuhnya," kata Kivlan saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 31 Oktober 2019.

    Kivlan mengaku sudah mengetahui kabar tersebut dari Prabowo secara langsung. Hal itu disampaikan Prabowo ketika menjenguknya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, pada Ahad 13 Oktober lalu.

    "Cuma sampaikan saja, bukan (menjadi) Menhan, tapi bergabung pada pemerintah. Menyampaikan itu bersama-sama membangun bangsa dan negara," ucap dia.

    Kivlan tak banyak mengomentari keputusan Prabowo berkoalisi dengan Jokowi-Ma'ruf. Dia menyerahkan segala keputusan kepada Prabowo. Selain Prabowo, dia melanjutkan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga pernah menjenguknya.

    "Mereka baik. Saya mendukung mereka," ujar Kivlan.

    Kivlan Zen harus dirawat di RSPAD Gatot Subroto karena mengalami syaraf kejepit dan harus menjalani operasi pengangkatan serpihan granat di kakinya. Karena itu, sidang kasus kepemilikan senjata api ilegal yang menyeretnya kini ditunda. Hakim ketua, Hariono, menyebut sidang ditunda hingga pengobatan Kivlan selesai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.