Heboh Anggaran Janggal, Ini Tahapan Penyusunan APBD DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai rapat paripurna di gedung DPRD DKI, Rabu 14 Agustus 2019. TEMPO /TAUFIQ SIDDIQ

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai rapat paripurna di gedung DPRD DKI, Rabu 14 Agustus 2019. TEMPO /TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta -Perencanaan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 DKI Jakarta menjadi sorotan.

    Sejumlah usul program dengan nilai anggaran yang tidak wajar langsung terungkap ketika pembahasan Rancangan APBD di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah baru memasuki tahap awal.

    Gubernur DKI Anies Baswedan berdalih bahwa anggaran aneh-aneh itu bisa lolos akibat kelemahan sistem penganggaran elektronik (e-budgeting) yang tidak otomatis memverifikasi anggaran yang tidak wajar.

    Sedangkan anggota badan legislatif dan pengamat anggaran menduga program "siluman" itu masuk ketika penyusunan dan dokumen rencana anggaran tak bisa dipantau masyarakat.

    Pemerintah DKI Jakarta menerapkan sistem e-budgeting sejak 2015, pada masa Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.