Hujan Lebat, Banjir Rendam Sejumlah Jalan di Jakarta

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Jakarta hanya mencatat banjir di tiga lokasi saat hujan lebat mengguyur ibu kota, Sabtu 2 November 2019. Banjir dinyatakan sebagai genangan dan bertahan 20-30 menit di setiap lokasi.

    “Tidak lama dan tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Jakarta, Iwan Ibrahim, lewat pesan pendek, Sabtu 2 November 2019.

    Iwan menjelaskan, banjir di antaranya terjadi di Jalan Ciledug Raya, Kelurahan Gandaria, Jakarta Selatan. Lokasi tepatnya dekat Mal Gandaria City yang hampir selalu tergenang saat hujan lebat. Sabtu sore tadi, air setinggi 15 sentimeter sempat merendam wilayah tersebut selama 20 menit.

    Lokasi kedua adalah Jalan RS Fatmawati Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Genangan disebut Iwan terjadi di sana setinggi 15 sentimeter selama 20 menit.

    “Terakhir, di Komplek Perdana, Kelurahan Petukangan Selatan, Pesanggrahan, dengan ketinggian 20 cm dan sudah surut. Durasi 30 menit,” ucap Iwan.

    Tak ada keterangan dari Iwan tentang lokasi lain. Berdasarkan pantauan Tempo di media sosial, banjir juga terjadi, misalnya di kawasan Jalan Kemang Raya dan Jalan Panglima Polim di kawasan Blok M, keduanya di Jakarta Selatan.

    BPBD Jakarta menyebut hujan yang turun di wilayah Jakarta Selatan dan Timur tergolong sedang-lebat. Bahkan, hujan disertai kilat petir yang kencang.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Juaini, mengingatkan, Ibu Kota masih waspada terhadap 30 titik banjir memasuki musim hujan tahun ini. Sebanyak 300 mesin pompa diklaim telah siaga, selain naturalisasi Kali Ciliwung dan lima waduk.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?