Marak Pelanggar Jalur Busway, Kamera E-TLE Dipasang di Daan Mogot

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kamera sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran Senayan di Jakarta, Selasa, 10 September 2019. PT Transportasi Jakarta mencatat tingkat kesterilan jalur Transjakarta mengalami penurunan dalam kurun waktu 2016 sampai 2018.  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Kamera sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Bundaran Senayan di Jakarta, Selasa, 10 September 2019. PT Transportasi Jakarta mencatat tingkat kesterilan jalur Transjakarta mengalami penurunan dalam kurun waktu 2016 sampai 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan memberlakukan tilang elektronik atau E-TLE di kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Pemasangan kamera E-TLE di sana ditujukan untuk penegakan hukum terhadap pemotor lawan arah dan masuk jalur busway.

    "Kami sudah MoU dengan TransJakarta dalam waktu dekat untuk pengadaan kamera tilang elektronik. Jadi, nantinya penegakan hukum secara digital," kata Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Fahri Siregar, Jumat, 1 November 2019.

    Menurut Fahri, langkah penerapan tilang elektronik ini dilakukan karena penegakan hukum secara manual tidak membuat jera pengendara motor maupun mobil yang sengaja menggunakan jalur busway untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Karena itu, kata dia, perlu adanya teknologi untuk menindak pengendara yang memang masih nakal untuk dalam berkendara. "Razia saja tak mampu menghilangkan pelanggaran," ujarnya.

    Untuk tahun ini, Fahri menyebut ada 57 kamera tilang elektronik akan dipasang di jalur busway. Di Jakarta Barat, titik pemasangan di antaranya di Jalan S. Parman hingga Grogol. "Hingga akhir ini ada 57 titik. Tahun depan juga akan diadakan lagi, bisa sampai Daan Mogot, jadinya bertahap," kata dia.

    Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Hari Admoko menyebut alasan banyak pengendara sepeda motor masuk jalur busway Daan Mogot, yakni karena adanya separator beton yang bolong.

    Hal itu menjadi celah bagi pengendara motor untuk masuk maupun melarikan diri apabila melihat adanya polisi. "Kita juga lihat sarana dan prasarana seperti di depan tempat SIM. Ada juga seperti di media sosial bahwa dia lawan arah, malah ada yang sudah masuk jalur busway lawan arah ini. Kenapa? Karena pembatasnya bolong, enggak ada," kata Hari

    Hari mengatakan telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada instansi terkait untuk memperbaiki separator beton di ruas jalur bus Transjakarta. "Semua itu kita sudah kita sampaikan ke pemangku kepentingan dan akan segera ditindaklanjuti," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.