Proyek Kereta Cepat Bikin Banjir, Kontraktor Akan Buatkan Saluran

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di area proyek pembangunan Terowongan atau Tunnel Kereta Cepat, di kawasan Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 2 Oktober 2019. Pembangunan terowongan atau tunnel kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 5 kilometer yang membentang dari Halim Perdanakusuma hingga Pondok Gede tersebut ditergetkan beroperasi pada 2021. ANTARA

    Pekerja beraktivitas di area proyek pembangunan Terowongan atau Tunnel Kereta Cepat, di kawasan Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, Rabu, 2 Oktober 2019. Pembangunan terowongan atau tunnel kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 5 kilometer yang membentang dari Halim Perdanakusuma hingga Pondok Gede tersebut ditergetkan beroperasi pada 2021. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga RW 12 Kelurahan Cipinang Melayu Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, menjalin kesepakatan dengan kontraktor proyek kereta cepat Jakarta-Bandung untuk menyelesaikan permasalahan banjir imbas pengerjaan proyek.

    "Dari hasil pertemuan warga dengan PT Wika (kontraktor Kereta cepat Jakarta-Bandung) pada Sabtu (2 November), sedang diupayakan pemulihan infrastruktur penanggulangan banjir," kata Camat Makasar, Kamal Alatas, di Jakarta, Ahad, 3 November 2019.

    PT Wika akan membuat kembali pintu air di tiga titik atau lebih seperti yang dulu sudah ada sebagai saluran pembuangan air untuk antisipasi genangan.

    Sebelumnya, kontraktor merelokasi saluran air di wilayah RW 12 karena menghalangi jalur kereta cepat. Namun akibatnya, rumah-rumah warga di RT 07, RT 08, RT 09, dan RT 11 terendam air hujan dengan ketinggian bervariasi antara 20-50 sentimeter pada Jumat malam, 1 November lalu.

    Menurut Kamal, kontraktor sudah melakukan normalisasi saluran air menuju Kali Sunter dari sejumlah puing ataupun material proyek yang selama ini menyumbat aliran. PT Wika, kata dia, langsung membongkar tanggul urukan tanah di saluran air warga menuju Kali Sunter yang selama ini membendung arus air sehingga meluap ke rumah warga.

    "Saat ini saluran warga sudah bisa langsung menuju Kali Sunter, untuk pintu airnya masih menunggu pembuatan jalurnya terlebih dahulu," kata Kamal.

    Sementara itu, salah satu warga RT 08 RW 12 Cipinang Melayu, Budiono mengatakan banjir akibat proyek kereta cepat saat itu adalah yang kali pertama dirasakan warga sejak 2007. "Dulu memang di sini langganan banjir, tapi semenjak ada pembangunan kanal sudah enggak pernah. Kemarin itu banjir lagi karena ada sumbatan saluran," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.