Sosok Afridza Munandar di Mata Sahabat: Menginspirasi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Afridza Munandar mengendarai motor kesayangannya Vespa PTS Special 90. Sumber: instagram @afridzasyach

    Afridza Munandar mengendarai motor kesayangannya Vespa PTS Special 90. Sumber: instagram @afridzasyach

    TEMPO.CO, Bogor -Sosok Afridza Munandar pembalap muda Indonesia yang meninggal di Sirkuit Sepang Malaysia sangat menginspirasi banyak rekannya, terutama temannya yang mengikuti kejuaraan daerah di Pekan Raya Olah Raga Daerah Jabar 2018. Salah satunya Fajar Kurniawan 25 tahun, teman satu kamar dan latihan Afridza.

    Fajar menyebut yang paling diingatnya dari sosok Afridza adalah etika yang dimilikinya, terutama kepada keluarga. "Tiap hari selama latihan almarhum suka telponan dan video call dengan keluarga dan neneknya," ujar Fajar saat ditemui di Cibinong, Senin 4 November 2019.

    Selain sering melakukan komunikasi dengan keluarga, yang sangat diingat Fajar ialah ibadah yang tekun yang dilakukan oleh Afridza. Fajar menyebut sesibuk apapun Afridza selalu sempat menunaikan perintah agamanya. "Karena itu yang dititipkan ibu dan neneknya, jangan sampai meninggalkan ibadah terutama shalat," cerita Fajar.

    Selaku sahabat, Fajar mengatakan sangat berduka dan kaget saat mengetahui temannya di Porda Jabar 2018 itu meninggal di lintasan. Fajar menceritakan saat melihat video kecelakaan Afridza, itu tidak seperti biasanya dalam latihan. "Gaya menikung dan berkendara almarhum tidak seperti itu, dia profesional dan itu terlihat saat kami sama-sama latihan dulu," papar Fajar.

    Fajar berharap dengan kepergian Afridza, apa yang dicontohkan oleh sahabatnya bisa ditiru oleh segenap insan pecinta lintasan, terutama teman-teman dekat yang pernah bareng sama Afridza. "Semoga lahir kembali pembalap yang taat dan memiliki atitude yang luhur seperti almarhum," pungkas Fajar.

    Warga memadati jalan Perintis Kemerdekaan di Kawalu Tasikmalaya, menunggu kedatangan jenazah Afridza Munandar, Senin 4 November 2019. Doc. Istimewa

    Sementara itu ribuan warga, terutama warga Perumahan Tamansari Indah Kawalu Kota Tasikmalaya, tumpah ruah dan memadati jalan Perintis Kemerdekaan menyambut kedatangan jenazah Afridza, Senin, 4 November 2019.

    Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Afridza. Salh satunya Dedi Budi, yang menyebut warga sudah berdatangan sejak siang hari dan mereka setia menunggu petang meskipun jenazah belum tiba. "Iya mereka simpati semua dan infonya sih jenazah baru tiba di Ciawi Tasikmalaya, sekitar 25 KM lagi ke rumah duka," ujarnya melalui sambungan telepon.

    Dedi mengatakan selain warga yang tumpah ruah menunggu kedatangan jenazah Afridza Munandar, Musyawarah Pimpinan Daerah atau Muspida Tasikmalaya pun ikut hadir. Bahkan dari luar Tasikmalaya pun banyak yang hadir. Salah satunya perwakilan dari KONI serta IMI Jabar dan Bogor, juga beberapa rekan dan teman Afridza yang ikut di Porda jabar. "Informasinya jika jenazah udah datang, jalan Perintis Kemerdekaan akan di tutup karena ini sudah sangat macet," tutup Dedi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.