Hailai Ancol Terbakar, Damkar Tak Bisa Masuk: Udara Sangat Panas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unit water tower dikerahkan untuk memadamkan kebakaran Gedung Hailai di Jalan Pelabuhan Ratu, Jakarta Utara, Selasa, 5 November 2019. Gedung Hailai yang terbakar memang telah direncanakan untuk dirobohkan. Tempo/Caesar Akbar

    Unit water tower dikerahkan untuk memadamkan kebakaran Gedung Hailai di Jalan Pelabuhan Ratu, Jakarta Utara, Selasa, 5 November 2019. Gedung Hailai yang terbakar memang telah direncanakan untuk dirobohkan. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas pemadam Kebakaran Jakarta Utara sempat kesulitan memadamkan gedung Hailai Ancol terbakar pada Selasa dinihari. Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara Abdul Wahid mengatakan api melalap sekitar 75 persen bangunan gedung di Jalan Pelabuhan Ratu, Jakarta Utara.

    "Itu di dalam sudah terbakar, hampir semua lantai," ujar Wahid di lokasi kejadian, Selasa Malam, 5 November 2019.

    Ia mengatakan, berdasarkan laporan yang diperoleh, bahwa gedung tersebut sudah kosong. Tidak ada lagi kegiatan di sana.

    Meski begitu, Wahid tidak mengetahui benda apa saja yang masih ada di dalam gedung. Sebelumnya, gedung tersebut berfungsi sebagai area hiburan.

    "Kami belum masuk ke dalam karena asap masih tebal dan udara sangat panas," kata Wahid. Untuk itu, pemadam pun mengerahkan unit water tower guna mengurangi tenaga manusia.

    Api melalap gedung tersebut sejak Senin malam, 4 November 2019 pukul 23.00. Api baru bisa dipadamkan Selasa pagi, 5 November 2019 pukul 07.21 setelah 20 unit pemadam dikerahkan.

    Hingga kini, penyebab dan kerugian akibat gedung Hailai Ancol terbakar tersebut masih belum diketahui. "Kami fokus pemadaman," kata petugas Damkar itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?