Petisi Online Pecat Ade Armando, Universitas Indonesia Bungkam

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dosen UI Ade Armando. TEMPO/Seto Wardhana

    Dosen UI Ade Armando. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai dilaporkan ke polisi, Dosen Fakultas Fisip Universitas Indonesia, Ade Armando kembali dipersoalkan, terkait unggahan meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dipermak menjadi tokoh fiksi Joker.

    Dalam laman petisi online change.org, sebuah akun bernama Nadine Olivia membuat petisi yang mengajak netizen mendesak Universitas Indonesia agar memecat Ade Armando.

    Nadine menulis, Ade Armando yang dianggap sebagai seorang intelektual sering membuat gaduh karena pernyataannya yang selalu menyerang tokoh-tokoh politik, ulama dan bahkan sering juga memberikan pernyataan yang cukup membuat pemeluk agama Islam merasa resah.

    “Kami berharap ada tindakan tegas dari Universitas Indonesia terkait oknum dosen ini yang sering membuat gaduh & berpotensi memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia dan menyerang secara personal kepada tokoh politik maupun ulama,” tulis Nadine dalam petisi itu.

    Nadine menyebut, petisi online itu dibuat untuk menggalang dukungan masyarakat agar Universitas Indonesia segera memecat Ade Armando sebagai dosen di Universitas Indonesia.

    Petisi yang dibuat Senin 5 November 2019 malam itu hingga Selasa siang 5 November 2019 telah ditandatangani sekitar 7.400 an orang.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak Universitas Indonesia enggan memberikan konfirmasi terkait petisi online tersebut.

    Sebelumnya, Fahira Idris melaporkan dosen UI Ade Armando terkait meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berwajah Joker. Fahira Idris, yang juga anggota DPD RI itu melaporkan Ade karena diduga melanggar Pasal 32 ayat 1 juncto Pasal 48 ayat (1) UU ITE.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.