Pemilik Mobil Isi Parang Saat Pelantikan Jokowi Mengaku Keturunan Raja

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil untuk transpotasi para tamu negara Mercedes Benz S450 dan E300 untuk acara pelantikan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin terparkir di halaman Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Mobil untuk transpotasi para tamu negara Mercedes Benz S450 dan E300 untuk acara pelantikan pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin terparkir di halaman Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 17 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta- Tersangka pemilik mobil Nissan Terra B 1 RI yang terparkir di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, saat pelantikan Presiden Jokowi, Irwannur Latubual, mengatakan dua parang yang ia bawa merupakan peninggalan dari keluarganya.

    Dalam konferensi pers di kantor Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya hari ini, Selasa, 5 November 2019, disebut bahwa Irwannur mengaku kepada polisi kalau keluarganya merupakan keturunan raja di pulau Buruh, Maluku.

    "Namun, setelah pengecekan silsilah kerajaan yang diakui tersangka itu bukan silsilah dari Pulau Buruh. Itu cuma alasan saja," kata Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Ajun Komisaris Besar I Gede Nyeneng saat memimpin konferensi pers.

    Gede mengatakan, dari penelusuran polisi diketahui juga Irwannur membuat identitas palsu di akte otentik. Ia lantas membuat Kartu Tanda Penduduk Asli dengan nama Prof. Dr. Irwannur Latubual dengan alamat Kampung Setu, Bintara Raya, Bekasi Barat. "Jadi gelar itu semua palsu dengan blangko yang dibuat sendiri. Sehingga ada gelarnya di KTP," tutur Gede.

    Polisi juga telah mengecek ke Kementerian Pendidikan Tinggi ihwal gelar Irwannur. Hasilnya, gelar profesor yang ia klaim itu tak terdaftar. Irwannur sebelumnya mengaku mendapat gelar secara lisan oleh University of California Berkeley.

    Mobil Irwanur sempat menghebohkan karena dinilai menghalangi lintasan tamu negara yang menginap di Hotel Raffles, Minggu 20 Oktober 2019 lalu. Polisi sampai harus membangunkan Irwnanur yang menginap di hotel tersebut. Dalam pemeriksaan, polisi menemukan senjata tajam jenis parang serta undangan pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin atas nama seorang purnawirawan tentara. Belakangan Irwannur mengaku membeli undangan tersebut.

    Selain soal pemilikan senjata tajam, menurut Argo, polisi juga tengah mendalami tindak pidana lainnya, yaitu soal penipuan terkait gelarnya. Ia pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Polisi menjeratnya dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena telah menyimpan senjata tajam jenis parang di dalam mobilnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?