Gelar Pemilik Mobil Isi Parang Saat Pelantikan Jokowi Palsu

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gestur Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato awal masa jabatan dalam acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad, 20 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Gestur Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pidato awal masa jabatan dalam acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad, 20 Oktober 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi memastikan sejumlah gelar yang dimiliki oleh Irwannur Latubual, pria yang mobilnya sempat menghebohkan saat pelantikan Presiden Jokowi, palsu. Menurut polisi, Irwannur memalsukan semua ijazah agar bisa memasukkan gelar tersebut ke dalam Kartu Tanda Penduduk miliknya.

    Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar I Gede Nyeneng menyebut pihaknya telah mengecek tiga gelar yang dicantumkan Irwannur dalam KTP-nya ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

    "Didapat gelar profesor itu tidak terdaftar di sana," kata Gede saat konferensi pers di kantornya, Selasa, 5 November 2019.

    Gede menjelaskan, dalam Kartu Tanda Penduduknya, Irwannur mencantumkan gelar Profesor, doktor dan PhD. Dari hasil pengembangan, kata Gede, polisi mendapati kalau KTP tersebut memang asli, namun, dibuat berdasarkan akte yang dipalsukan oleh Irwannur.

    Kepada polisi, Irwannur mengaku mendapat gelar profesor secara dari University of California Berkeley, Amerika Serikat.

    "Jadi gelar itu semua palsu dengan blangko yang dibuat sendiri. Jadi ada gelarnya di KTP," tutur Gede.

    Irwannur merupakan pemilik mobil Nissan Terra B 1 RI yang terparkir di Hotel Raffles, Jakarta Selatan, saat pelantikan Presiden Jokowi. Mobil itu sempat menghebohkan karena dinilai menghalangi lintasan tamu negara yang menginap di sana.

    Polisi sampai harus membangunkan Irwanur yang menginap di hotel tersebut. Dalam pemeriksaan, polisi menemukan senjata tajam jenis parang serta undangan pelantikan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin atas nama seorang purnawirawan tentara. Belakangan Irwannur mengaku membeli undangan tersebut.

    Ia pun telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Polisi menjeratnya dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena telah menyimpan senjata tajam jenis parang di dalam mobilnya. Kini, dia pun terancam dijerat dengan tindak pidana lainnya, yaitu soal penipuan terkait gelarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.