Cegah Macet, Bogor Minta Ojek Online Buat Shelter Dekat Stasiun

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas stasiun mengecek tiket penumpang di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Juli 2018. PT Kereta Commuter Indonesia menyatakan transaksi tiket KRL di 79 stasiun mulai 23 Juli 2018 untuk sementara menggunakan tiket kertas seharga Rp 3.000. ANTARA

    Petugas stasiun mengecek tiket penumpang di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 23 Juli 2018. PT Kereta Commuter Indonesia menyatakan transaksi tiket KRL di 79 stasiun mulai 23 Juli 2018 untuk sementara menggunakan tiket kertas seharga Rp 3.000. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengunjungi lokasi yang akan dijadikan halte atau shelter ojek online di Jalan Mayor Oking dan Jalan Paledang. Dua lokasi itu terletak di dekat Stasiun Bogor dan kerap menjadi tempat ojek online menunggu penumpang.

    Menurut Dedie, pihaknya mengarahkan pengelola ojek online untuk membuat halte dan shelter agar arus lalu lintas di sekitar stasiun, khususnya di Jalan Mayor Oking dan di Jalan Paledang tidak menjadi padat.

    Dengan adanya halte, maka aktivitas menaikkan dan menurunkan penumpang tidak boleh dilakukan di sembarang tempat. "Tadi sudah ditinjau lokasinya, untuk di Jalan Mayor Oking, akan dibangun halte di dekat pintu keluar parkir mobil," kata dia di lokasi, Rabu, 6 November 2019.

    Adapun lokasi yang diusulkan oleh pengelola ojek online untuk dibangun halte, yakni di Jalan Mayor Oking berada di sisi kanan pintu keluar parkir mobil Stasiun Bogor. Sedangkan di Jalan Paledang belum dipastikan titiknya karena dinilai belum ada lokasi yang tepat untuk halte ojek online.

    Namun pada kunjungan tersebut, Dedie A Rachim sempat menunjuk dua lokasi, yakni di sisi kanan jalan di dekat gudang kargo serta di sisi kiri di dekat rumah tua. Di kedua lokasi itu, lahannya tidak terlalu luas, hanya berupa jalur hijau dan halaman rumah.

    Sementara itu, Supervisor Gojek wilayah Bogor, Aryo Dwi, mengatakan armadanya di wilayah Bogor, yakni Kota dan Kabupaten Bogor, berjumlah sekitar 28.000 unit, terdiri dari 20.000 motor dan 8.000 mobil.

    Karena itu, kata dia, Gojek bukan hanya mengusulkan pembangunan halte tempat menaikkan dan menurunkan penumpang, tapi ingin mencari lahan di sekitar stasiun untuk menjadi shelter atau lokasi parkir motor. "Kalau ada lokasi shelter, di lokasi itu juga sekaligus tempat menaikkan dan menurunkan penumpang," kata dia.

    Namun, menurut Aryo, Gojek belum menemukan lahan untuk tempat parkir ojek online. "Kalau ada lahan parkir, maka ojek online tidak akan memenuhi sebagian badan jalan di Jalan Mayor Oking," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?