Kali BKT Dipenuhi Gumpalan Busa Putih, Ini Penjelasan DKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Kanal Banjir Timur yang diselimuti busa di kawasan Marunda, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. Sebelumnya kejadian serupa terjadi di Kali Sentiong pekan lalu. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    Suasana Kanal Banjir Timur yang diselimuti busa di kawasan Marunda, Jakarta, Rabu, 9 Januari 2019. Sebelumnya kejadian serupa terjadi di Kali Sentiong pekan lalu. ANTARA/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah pemandangan tak biasa tampak di aliran Kali Banjir Kanal Timur atau Kali BKT di Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur hari ini, Kamis, 6 November 2019. Permukaan kali itu tampak dipenuhi oleh gumpalan busa putih.

    Dari gambar yang diunggah oleh akun @jktinfo, hampir seluruh permukaan kali dipenuhi busa putih. Busa tersebut bergerak perlahan menuju hilir saat terbawa arus. Pemandangan tersebut menarik perhatian warga sekitar.

    Humas Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Efron Firdaus mengatakan busa tersebut muncul akibat penutupan tiga pintu air dari empat pintu Weir II Ujung Menteng. Hal itu dilakukan untuk pleasing air atau pembersihan dan perawatan air lumpur.

    "Prosesnya karena ada beda tinggi permukaan di pintu air. Tinggi air tersebut mengakibatkan air yang turun membentuk turbulensi dimana air yang bergejolak menimbulkan busa," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis, 7 November 2019.

    Menurut Efron, Sungai BKT di wilayah Ujung Menteng menerima pasokan air dari Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat dan dari beberapa suluran penghubung.

    Terkait kemungkinan busa di Kali BKT tersebut berasal dari limbah detergen dan sejenisnya, Efron mengaku belum dapat memastikannya. "Perlu ada kajiannya dulu. Ada pihak yang lebih berkompenten menjawab," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.