Pemohon SKCK Melonjak, Polres Jaksel: 50 Persen Untuk CPNS

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian pembuat Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) di Polsek Tangerang, Banten, Senin (28/9). Pembuat SKCK meningkat setelah lebaran mencapai 300 orang, kebanyakan dari mereka baru datang dari daerah untuk mencari pekerjaan. TEMPO/Tri Handiyatn

    Antrian pembuat Surat Keterangan Catatan Kriminal (SKCK) di Polsek Tangerang, Banten, Senin (28/9). Pembuat SKCK meningkat setelah lebaran mencapai 300 orang, kebanyakan dari mereka baru datang dari daerah untuk mencari pekerjaan. TEMPO/Tri Handiyatn

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah pemohon pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK di Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan mengalami peningkatan menjelang pembukaan pendaftaran CPNS 2019. Karena itu, polisi pun menambah jumlah petugas pelayanan.

    "Untuk mempercepat pencetakan SKCK dan mempersingkat waktu tunggu kita tambah jumlah petugas," kata Kepala Urusan Administrasi dan Ketatausahaan Satuan Intelijen Keamanan Polres Metro Jakarta Selatan, Inspektur Dua Oki Aji Ismoyo kepada Antara saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 7 November 2019.

    Oki mengatakan total ada lima petugas yang melayani permohonan SKCK setiap tahun. Dengan adanya lonjakan pemohon penerbitan SKCK, jumlah petugas ditambah menjadi tujuh orang.

    Menurut Oki, lonjakan jumlah pemohon penerbitan SKCK mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir. Dalam kondisi normal, pelayanan SKCK menerima 100 pemohon setiap harinya.

    Sejak dua pekan terakhir hingga tiga hari terakhir ini, jumlah pemohon meningkat antara 200 sampai 300 orang per harinya. Permohonan SKCK sebanyak 50 persen adalah untuk keperluan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019.

    Selain itu, pemohon datang dari pegawai kontrak pemerintah kota yang ingin memperpanjang kontrak kerjanya.

    Oki mengatakan layanan penerbitan SKCK dapat dilakukan dalam waktu tunggu sekitar 10 menit sudah bisa diterbitkan. "Dalam kondisi normal jika berkas lengkap," kata dia.

    Salah satu pemohon SKCK, Reza, 23 tahun mengatakan baru pertama kali mengurus pembuatan SKCK untuk melengkapi pendaftaran CPNS 2019. Menurut dia, proses pembuatan SKCK tidak memakan waktu lama asalkan berkas yang diperlukan lengkap.

    Reza mengatakan proses yang membuat lama menunggu adalah proses pengambilan legalisir SKCK. "Enggak lama sih, tadi saya cuma 30 menit udah selesai. Cuma yang lama ini nunggu legalisirnya," kata dia.

    Menurut Reza, lumrah jika setiap ada pendaftaran CPNS jumlah pemohon SKCK di kepolisian membludak sehingga perlu sediakan waktu lebih awal agar cepat dilayani. "Biar tidak kelamaan nunggu datang aja lebih awal, berkas disiapkan kalau sudah lengkap tinggal daftar, lebih cepat kalau daftar online," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.