Petugas Tangkap 2 dari Delapan Anjing yang Resahkan Warga Klender

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anjing liar. saaribampo.com

    Anjing liar. saaribampo.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur telah menangkap dua dari delapan anjing liar yang sering berkeliaran di Klender. Anjing liar itu meresahkan warga di Kelurahan Klender, Duren Sawit.

    "Masih ada enam ekor lagi, tapi hari ini kita belum ada aktivitas lanjutan (penangkapan)," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Timur Irma Budiany di Jakarta Timur, Kamis 7 November 2019.
     
    Anjing liar tersebut dilaporkan oleh Eddy Muchlis, warga di Jalan Bima RT 003/RW 011. Aduan dilayangkan melalui aplikasi Citizen Relation Management (CRM) pada Senin lalu. Aplikasi CRM itu menampung keluhan atau laporan masyarakat di Provinsi DKI Jakarta.

    Eddy mengatakan, diduga binatang itu ditelantarkan oleh pemiliknya. Akibatnya warga sekitar, khususnya anak-anak dan ibu rumah tangga, takut dikejar saat melintasi daerah tersebut.
     

    Sejumlah petugas Sudin KPKP dipimpin Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Usmayadi memburu anjing liar tersebut pada Rabu 6 November 2019. Petugas menangkap dua ekor anjing liar di selokan air Jalan Bima.
     
    Staf Seksi Peternakan dari Sudin KPKP Jakarta Timur, Agus Wahyono mengatakan, petugas sempat kesulitan menangkap hewan itu. Tim disebar ke beberapa penjuru kawasan untuk mencari keberadaan hewan yang tak bertuan itu.
     
    "Kita lihat ada empat ekor ngumpet di selokan air. Kita menggunakan teknik dengan petasan supaya hewan tadi keluar dari saluran air," katanya.
     
    Setelah keluar, petugas menangkap dua anjing yang berkeliaran di Klender itu menggunakan serokan jaring. Hewan itu dievakuasi menuju karantina untuk diperiksa kesehatannya. "Sisanya kabur. Kita cuma dapet dua kemarin," kata Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.