Koalisi Pejalan Kaki Minta JPO Sudirman Diganti Zebra Cross Saja

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan di jembatan penyebrangan orang (JPO) yang berada di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. Sejak pekan lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membongkar atap JPO yang berdekatan dengan Stasiun MRT Sudirman itu.  TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga berjalan di jembatan penyebrangan orang (JPO) yang berada di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu, 6 November 2019. Sejak pekan lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membongkar atap JPO yang berdekatan dengan Stasiun MRT Sudirman itu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Pejalan Kaki minta Jembatan Penyeberangan Orang atau JPO Sudirman dirobohkan saja dan diganti dengan Zebra Cross. Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan tempat pejalan kaki menyeberang jalan itu lebih bermanfaat bagi semua orang.

    "Pejalan kaki kan bukan hanya kita yang sehat, tapi ada juga yang berkebutuhan seperti lansia, penyandang disabilitas, lalu anak-anak yang ototnya baru tumbuh. Nah itu yang harusnya dipikirkan," kata Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus saat dihubungi di Jakarta, Kamis 7 November 2019.

    Alfred mengatakan, koalisi telah mengajukan rekomendasi bahwa JPO Sudirman lebih baik ditiadakan. Namun pada Selasa, 5 November 2019, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memilih membuka atap JPO karena akan menatanya menjadi "instagramable".

    "Jadi bukan masalah atapnya dibuka untuk bisa orang hanya memandang bukan gitu, kalau memandang kota Jakarta ya dari atas gedung bukan di JPO," katanya.

    Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga telah mencopot atap JPO yang berlokasi di Jenderal Sudirman, Jakarra Pusat. Pencopotan itu dilakukan karena pemprov akan menata ulang JPO yang telah kusam itu dengan penataan yang mengedepankan estetika.

    "Kenapa yang di Thamrin-Sudirman dibuka? Karena selain untuk menyeberang, kami mau lihat pemandangannya, trotoar sudah bagus, terus gedung-gedungnya maupun yang lain," kata Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

    Dengan demikian, kara dia, orang menyeberang sambil melihat keindahan kota Jakarta.

    Namun Alfred menyebut alasan meruntuhkan JPO Sudirman dan mengubahnya menjadi "zebra cross" atau "pelican cross" lebih bermanfaat dibanding menyulapnya jadi spot foto.

    Hal itu karena alasan pembangunan JPO Sudirman di masa lalu untuk menyediakan sarana bagi pejalan kaki agar tidak mengganggu jalur kendaraan pribadi. "Saat ini Jakarta sedang menuju ramah pejalan kaki dan pesepeda, sebenarnya itu akan bias ketika JPO itu masih ada di dalam kota," katanya. "Karena JPO kan membuat para pengendara nyaman tanpa terganggu pejalan kaki," kata Alfred.

    Koalisi Pejalan Kaki berharap saran JPO Sudirman diubah menjadi zebra cross atau pelican cross tetap dipertimbangkan sehingga nantinya lebih ramah bagi semua pejalan kaki.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...