Ini Alasan PSI Desak Anies Baswedan Batalkan Formula E 2020

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan dan CEO FIA Formula E Alejandro Agag (kiri) , dan Co-Founder dan CCO FIA Formula E Alberto Longo (kanan) di Brooklyn, AS. Instagram/@aniesbaswedan

    Anies Baswedan dan CEO FIA Formula E Alejandro Agag (kiri) , dan Co-Founder dan CCO FIA Formula E Alberto Longo (kanan) di Brooklyn, AS. Instagram/@aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan rencana penyelenggaraan Formula E tahun 2020. Mereka menilai penyelenggaran ajang itu merupakan bentuk pemborosan uang rakyat.

    Anggota DPRD DKI dari PSI, Anthony Winza Probowi, menyatakan penyelenggaraan Formula E membutuhkan anggaran yang tak sedikit. Dia menilai uang sebesar Rp 1,6 triliun tersebut lebih baik digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat bagi rakyat kecil.

    “Ini uang rakyat. Saya turun ke masyarakat dan saya lihat masih banyak rakyat yang belum dapat akses air bersih, masih banyak rakyat hidup susah tidak punya modal usaha, gedung sekolah di Jakarta masih banyak yang belum direhabilitasi, ini malah mendadak memasukkan kegiatan triliunan untuk dipakai event panggung harian,” ujar Anthony di Kantor Fraksi PSI di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Kamis 7 November 2019.

    Selain itu, Anthony juga menilai sejauh ini penyelenggaraan Formula E tak jelas dampaknya terhadap DKI Jakarta. Dia juga meminta Anies beljar dari kota-kota lain yang sudah mencoba menjalankan ajang balapan tersebut.

    “Kalau mau gaya-gayaan dan mencari panggung, jangan pakai uang rakyat. Apalagi tidak jelas berapa proyeksi pendapatan yang kita terima. Banyak negara-negara lain yang sudah mencoba menjalankan Formula E merugi dan tidak mampu melanjutkan program ini untuk tahun-tahun berikutnya," kata Anthony 

    Anggota DPRD DKI dari PSI lainnya, Anggara Wicitra Sastroamidjojo, menambahkan bahwa gelaran Formula E 2020 tak berkaitan dengan upaya mendorong penggunaan mobil listrik. Menurut dia, banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk mendukung program mobil listrik yang belakangan sedang gencar dipromosikan Pemprov DKI.

    Salah satu opsinya, menurut dia, adalah dengan pembangunan infrastruktur pendukung penggunaan mobil listrik.

    “Misalnya, Pemprov bikin charger mobil listrik di ribuan tempat. Beli juga ratusan bus listrik,” kata Anggara.

    Ia juga mempermasalahkan acara tersebut yang belum masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta, namun masuk menjadi program prioritas gubernur.

    "Fraksi PSI meminta Formula E dibatalkan sampai ada paparan lengkap serta kajian mendalam dan meyakinkan dari Gubernur dan jajarannya,” kata cucu mendiang Ali Sastroamidjojo itu. 

    Sebelumnya, Anies Baswedan telah mencanangkan DKI Jakarta sebagai tuan rumah balap mobil listrik Formula E tahun depan. Tak hanya itu, kata Anies, Jakarta akan menjadi tuan rumah untuk lima musim balap mendatang.

    Balap mobil listrik tersebut akan digelar di Jakarta pada 6 Juni 2020. Untuk menggelar ajang Formula E, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran hingga Rp 1,6 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.