Anggaran Janggal di Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nyaris Rp 2,5 T

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ima Mahdiah. instagram.com/ima.mahdiah

    Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Ima Mahdiah. instagram.com/ima.mahdiah

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Ima Mahdiah, membongkar 27 mata anggaran janggal di Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada rancangan APBD DKI 2020. Nilainya nyaris mencapai Rp 2,5 triliun.

    Ima menyatakan menemukan anggaran-anggaran janggal tersebut setelah menyisir dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 terbaru.

    “Temuan ini sumbernya di dokumen yang sudah direvisi dan terbaru. Yang total anggarannya Rp 89 triliun,” kata Ima saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis 7 November 2019.

    Eks staf Gubernur DKI Jakarta terdahulu, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, tersebut menyoroti anggaran dengan total nilai jumbo dan peruntukan yang tak masuk di akal. Misalnya anggaran pengadaan pasir dan helm proyek.

    Menurut dia, anggaran tersebut aneh karena bukan untuk merehabilitasi sekolah. Pengadaan pasir itu, kata Ima, masuk dalam kelompok alat peraga yang ditujukan untuk sekolah seperti SMPN, SMK jurusan bisnis manajemen, serta SMK jurusan teknologi. Dalam dokumen tersebut, kata Ima, pengadaan pasir bukan untuk rehabilitasi sekolah.

    “Di luar dari rehab. Ini Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Itu kami telusuri,” ucap Ima. “Enggak tau apa yang digunakan dari pasir (untuk pelajar),” tambah dia.

    Dia pun menunjukkan 27 item mata anggaran janggal yang bakal di pertanyakan dalam rapat Badan Anggaran DPRD DKI pekan depan. Berikut adalah rincian komponen belanja tersebut:

    1. Ballpoint: Rp 633,6 miliar
    2. Tinta printer: Rp 258,3 miliar
    3. Laptop: Rp 217,4 miliar
    4. Komputer PC: Rp 206,7 miliar
    5. Kertas F4: Rp 186,7 miliar
    6. Buku guru tematik kelas II: Rp 127,7 miliar
    7. Lem aibon: Rp 126,2 miliar
    8. Meja tulis: Rp 105,3 miliar
    9. Buku folio: Rp 78,7 miliar
    10. Tinta/toner printer: Rp 59,1 miliar
    11. Kursi murid: Rp 53,04 miliar
    12. Pasir: Rp 52,1 miliar
    13. Tinta printer laserjet: Rp 43,4 miliar
    14. Thinner: Rp 40,1 miliar
    15. Balliner: Rp 37,3 miliar
    16. Helm proyek: Rp 34,2 miliar
    17. Kalkulator: Rp 31,6 miliar
    18. Penghapus cair: Rp 31,6 miliar
    19. Tinta Fujixerox Docuprint 3105 (CT350936): Rp 26,05 miliar
    20. Cat minyak berwarna: Rp 19,7 miliar
    21. Cat tembok: Rp 18,9 miliar
    22. Kaca bening: Rp 18,5 miliar
    23. Toner printer: Rp 16,5 miliar
    24. Penjilidan buku registrasi akta catatan sipil: Rp 16,1 miliar
    25. Rotring: Rp 15,6 miliar
    26. Lemari: Rp 10,4 miliar
    27. Air mineral: Rp 10,1 miliar

    Berdasarkan perhitungan Tempo, jumlah total anggaran janggal yang ditemukan Ima mencapai Rp 2,474 triliun. Ima menyatakan keseluruhan mata anggaran itu diusulkan oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

    Sebelumnya anggaran janggal Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga menjadi sorotan setelah Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana, membongkar anggaran lem aibon dan ballpoint bernilai masing-masing Rp 82 miliar dan Rp 123 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.