Heboh Anggaran Janggal DKI, Ini Daftar Temuan Legislator dan LSM

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta saat membahas rencana Kebijakan Umum   Anggaran Plafon Pioritas Anggaran Sementara  2020, Rabu 14 Agustus 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta saat membahas rencana Kebijakan Umum Anggaran Plafon Pioritas Anggaran Sementara 2020, Rabu 14 Agustus 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggaran janggal dalam rancangan APBD 2020 masih terus ditemukan. Jenis anggaran janggal pada Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) DKI 2020 itu pun beraneka ragam mulai dari alat tulis kantor hingga alat olahraga.

    Temuan anggaran janggal dalam plafon anggaran 2020 awalnya diungkap anggota Fraksi PSI DKI Jakarta William Aditya Sarana. Legislator termuda di Kebon Sirih tersebut mengungkap anggaran janggal pembelian lem aibon di Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat yang mencapai Rp 82 miliar.

    Tempo merekap sejumlah temuan anggaran janggal yang dibeberkan legislator Kebon Sirih dan institusi pegiat antikorupsi. Berikut temuan anggaran janggal versi mereka :

    William PSI

    William awalnya mengungkap kejanggalan anggaran untuk pembelian lem aibon yang diajukan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, di dalam laman apbd.jakarta.go.id yang mencapai Rp 82 miliar.

    Tak hanya lem aibon, kejanggalan lain yang ditemukan adalah pembelian pulpen senilai Rp 124 miliar dari Sudin Pendidikan Jakarta Timur hingga pembelian 7331 unit komputer, server dan perangkat penyimpan data pintar (smart storage) Rp 121 miliar dan pengadaan septik tank Rp 166 miliar.

    Ima Mahdiah PDIP

    Anggota Fraksi PDI DKI Jakarta, Ima Mahdiah, mengatakan anggaran janggal pada revisi rancangan plafon anggaran 2020 masih ditemukan. Bahkan, Ima menyisir 27 anggaran janggal dalam rancangan APBD 2020.

    “Temuan ini sumbernya di dokumen yang sudah direvisi dan terbaru. Yang total anggarannya Rp 89 triliun,” kata Ima saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis 7 November 2019. Berikut adalah kejanggalan yang ditemukan Ima:

    1. Ballpoint: Rp 633,6 miliar
    2. Tinta printer: Rp 258,3 miliar
    3. Laptop: Rp 217,4 miliar
    4. Komputer PC: Rp 206,7 miliar
    5. Kertas F4: Rp 186,7 miliar
    6. Buku guru tematik kelas II: Rp 127,7 miliar
    7. Lem aibon: Rp 126,2 miliar
    8. Meja tulis: Rp 105,3 miliar
    9. Buku folio: Rp 78,7 miliar
    10. Tinta/toner printer: Rp 59,1 miliar
    11. Kursi murid: Rp 53,04 miliar
    12. Pasir: Rp 52,1 miliar
    13. Tinta printer laserjet: Rp 43,4 miliar
    14. Thinner: Rp 40,1 miliar
    15. Balliner: Rp 37,3 miliar
    16. Helm proyek: Rp 34,2 miliar
    17. Kalkulator: Rp 31,6 miliar
    18. Penghapus cair: Rp 31,6 miliar
    19. Tinta Fujixerox Docuprint 3105 (CT350936): Rp 26,05 miliar
    20. Cat minyak berwarna: Rp 19,7 miliar
    21. Cat tembok: Rp 18,9 miliar
    22. Kaca bening: Rp 18,5 miliar
    23. Toner printer: Rp 16,5 miliar
    24. Penjilidan buku registrasi akta catatan sipil: Rp 16,1 miliar
    25. Rotring: Rp 15,6 miliar
    26. Lemari: Rp 10,4 miliar
    27. Air mineral: Rp 10,1 miliar

    selanjutnya temuan ICW ...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.