Ketika Anies Baswedan jadi Pusat Perhatian di Kongres NasDem

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri pembukaan Kongres dan HUT Partai NasDem ke-8 di Jakarta Expo Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat 8 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri pembukaan Kongres dan HUT Partai NasDem ke-8 di Jakarta Expo Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat 8 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pusat perhatian di kongres Partai NasDem, di JIExpo Kemayoran, Jumat malam, 8 November 2019. Anies menjadi rebutan berswafoto oleh kader partai NasDem. Sejak beranjak keluar dari ruangan kongres Anies langsung dikerumuni oleh para peserta kongres.

    Para kader NasDem silih berganti menggunakan kamera ponsel pintar masing-masing untuk berswafoto. "Pak Anies, pak Anies foto pak," pinta kader-kader NasDem. Anies tampak melayani swafoto tersebut dari dalam ruangan hingga ke luar Gubernur DKI itu tetap memberikan senyumannnya saat diajak foto.

    Anies hadir dalam Kongres II NasDem sebagai kepala daerah tuan rumah pergelaran kongres. Dalam sambutannya Anies mengucapkan selamat menjalankan kongres. "Kita menyambut, atas nama warga Jakarta, bahwa Nasdem kongres di Jakarta, mengucapkan selamat datang, selamat kongres," ujar mantan Menteri Pendidikan itu.

    Di hari yang sama, belasan orang yang tergabung dalam Presidium Rakyat Nusantara berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI. Mereka mengecam tak adanya transparansi dalam perencanaan anggaran. Massa kelompok itu menuntut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur dari jabatannya.

    Djoko menilai Anies sengaja menutup-nutupi dokumen KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara) 2020. Terlebih setelah serangkaian temuan rencana anggaran yang janggal. Anggaran janggal ramai ditemukan anggota Dewan dari PSI dan PDIP, serta sejumlah lembaga seperti ICW dan FITRA.

    Djoko memisalkan rencana pembelian lem aibon senilai Rp 82, 8 miliar, pengadaan komputer Rp 127 miliar, dan pulpen lebih dari seratus miliar rupiah. Menurut dia seluruh perencanaan tersebut sangat tidak rasional.

    Sebelumnya polemik terjadi antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), William Aditya Sarana, soal temuan anggaran lem aibon senilai Rp 82,8 miliar di usulan APBD DKI 2020. Anies menuding William mencari panggung saja. Ia mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui kejanggalan tersebut dan sudah meminta anak buahnya untuk memperbaiki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.