Kasus Anjing Disiram Air Keras, Polisi: Kejiwaan Pelaku Normal

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unggahan akun Natha Satwa Indonesia di media sosial instagram tentang penyiraman yang dialami oleh enam ekor anjing di Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019). (ANTARA/Tangkapan Layar dari akun @nathasatwanusantara)

    Unggahan akun Natha Satwa Indonesia di media sosial instagram tentang penyiraman yang dialami oleh enam ekor anjing di Jakarta Pusat, Senin (4/11/2019). (ANTARA/Tangkapan Layar dari akun @nathasatwanusantara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menyatakan kondisi kejiwaan ATP, 57 tahun, pelaku dalam kasus anjing disiram air keras di Kramat, Jakarta Pusat dalam kondisi baik.

    "Kemarin juga dilakukan pemeriksaan oleh dokter kejiwaan, tersangka dinyatakan sehat dan dalam kondisi normal," kata Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Susatyo Purnomo, Jumat, 8 November 2019.

    Susatyo mengatakan ATP secara sadar melakukan penyiraman terhadap enam ekor anjing milik adik iparnya yang tinggal satu atap dengan pelaku. ATP menyiapkan bubuk soda api yang biasa digunakannya untuk membersihkan toilet dan dicampurkan dengan air untuk melancarkan aksi penyiramannya itu.

    Peristiwa penyiraman air keras terhadap enam hewan itu terjadi pada Ahad, 3 November lalu. Penyiraman itu menyebabkan lima anak anjing mati dan satu induk anjing dalam perawatan intensif.

    Jelli, pemilik anjing sempat menduga pelaku penyiraman itu menderita gangguan kejiwaan. Sebab, kakak iparnya itu seringkali ditemukan berbicara sendiri. "Dia suka terlihat agak berbeda dari orang normal, kadang suka bicara sendiri sambil jalan. Suka bolak-balik ke dapur untuk main air kalau di rumah," kata dia saat ditemui di kediamannya, Selasa, 5 November lalu.

    Atas perbuatannya menyiram anjing itu, ATP dijerat dengan pasal 302 KUHP tentang penganiayaan hewan dengan ancaman kurungan penjara 9 bulan. "Dan atau pasal 66A ayat 1 jo 91B UU RI no 41 tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan dengan ancaman kurungan 6 bulan," kata Susatyo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.