Begini Langkah DKI Jakarta Putar Otak Kelola Sampah

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga membuang botol plastik pada Bank Sampah di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Jakarta, Senin 4 November 2019. Pemerintah provinsi DKI Jakarta menobatkan wilayah kampung hijau berseri tersebut sebagai percontohan wilayah pengurangan sampah, yang merupakan bagian dari program Sampah Tanggung Jawab Bersama (SAMTAMA). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    Seorang warga membuang botol plastik pada Bank Sampah di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, di Jakarta, Senin 4 November 2019. Pemerintah provinsi DKI Jakarta menobatkan wilayah kampung hijau berseri tersebut sebagai percontohan wilayah pengurangan sampah, yang merupakan bagian dari program Sampah Tanggung Jawab Bersama (SAMTAMA). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Sampah sudah menjadi salah satu masalah yang paling sulit diselesaikan di kota Jakarta. Perkembangan zaman dan terus bertambahnya penduduk, membuat sampah semakin beragam jenis, mulai dari bekas makanan (sampah basah), sampah plastik, sampai sampah elektronik yang sulit terurai.

    Berbagai usaha sudah dilakukan pemerintah daerah, namun alih-alih teratasi, masalah sampah tetap tak kunjung selesai, bahkan menarik perhatian pesohor dunia, aktor Hollywood Leonardo Dicaprio.

    "Indonesia berada pada peringkat kedua polusi plastik terbesar di dunia setelah Cina dengan laporan menghasilkan 187,5 juta ton sampah plastik per tahun, sekitar 1 juta ton di antaranya bocor mencemari laut," kata Leonardo Dicaprio pada akun Instagram @leonardodicaprio tertanggal 15 Maret 2019.

    Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta per September 2019 menunjukkan, produksi sampah di Jakarta mencapai 7.800 ton lebih setiap hari yang semuanya bermuara di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST Bantargebang di Kota Bekasi. Dengan jumlah sebanyak itu, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memprediksi TPST Bantar Gebang akan berhenti beroperasi pada 2021 karena kelebihan kapasitas.

    Persoalan sampah di Jakarta yang kian mengkhawatirkan ini memaksa Pemprov DKI Jakarta memutar otak sampai akhirnya pada Agustus 2019 menggagas program pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi dan mengolah sampah sejak dari sumbernya yang dinamai Samtama (Sampah Tanggung Jawab Bersama).

    Samtama adalah program mengatasi sampah melalui RW-RW percontohan pengurangan sampah sejak di sumber sampah dengan 22 RW (dari 2.927 RW) sebagai pelopornya.

    Sampah-sampah ini dikelola meliputi tiga program, yakni pengembangan TPS 3R (Recycle Center), kampanye dan menyusun regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, dan pengembangan bank sampah.

    Berusaha memperluas keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah, pemerintah mendorong bank-bank sampah didirikan juga di sekolah berbagai tingkatan, hingga pemberian insentif berupa tabungan, bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dan perbankan.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan langkah memberikan insentif berupa tabungan kepada anak-anak yang mengumpulkan sampah plastiknya sangat tepat, karena secara tak langsung akan merangsang proses pembiasaan agar anak-anak mencintai lingkungannya dan menumbuhkan kebiasaan menabung.

    "Budaya menabung butuh pembelajaran dan pembiasaan, begitu seseorang memiliki kebiasaan maka akan tumbuh budaya dan selanjutnya akan membentuk karakter, terlebih kepada anak-anak, dan langkah memberikan insentif ini merangsang pembiasaan itu," ujar Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.