Musim Pancaroba, Warga Jakarta Diimbau Waspadai Penyakit DBD

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga melihat petugas yang melakukan pengasapan (fogging) untuk membasmi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan Tegal Alur, Jakarta, 9 Oktober 2016. Pengasapan tersebut dilakukan guna mencegah wabah penyakit demam berdarah yang sering muncul pada musim hujan. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah warga melihat petugas yang melakukan pengasapan (fogging) untuk membasmi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan Tegal Alur, Jakarta, 9 Oktober 2016. Pengasapan tersebut dilakukan guna mencegah wabah penyakit demam berdarah yang sering muncul pada musim hujan. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta -Suku Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk mewaspadai timbulnya penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD selama musim pancaroba. "Semenjak musim panas tahun ini, tren DBD justru turun, tapi kita ketahui bersama kalau telurnya saja bisa bertahan walau tidak di air," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan di Jakarta, Senin pagi, 11 November 2019.

    Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada 2018, warga Jakarta Timur yang menderita DBD tercatat mencapai 685 warga. Kecamatan Cipayung merupakan kawasan dengan kasus DBD terbanyak di Provinsi DKI pada tahun lalu. "Untuk mengecek data tahun sekarang, saya belum bawa datanya," katanya.
     
    Namun Indra meminta masyarakat untuk terus menggiatkan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungannya, mumpung intensitas hujan belum terlalu sering. Peralihan musim panas ke musim hujan seperti yang terjadi saat ini di wilayah Jakarta Timur, kata Indra, berpotensi memicu timbulnya sejumlah penyakit.
     
    Selain DBD, jenis penyakit yang juga perlu diantisipasi adalah diare akibat faktor lingkungan kotor. "Kita justru khawatir pada peningkatan kasus diare karena kaitannya sama kebersihan lingkungan," ujarnya.
     
    Ada dua hal yang bisa dilakukan masyarakat guna mengantisipasi timbulnya penyakit, yakni menjaga ketahanan tubuh serta lingkungan tempat tinggal."Ketahanan tubuh harus cukup istirahat, jaga pola konsumsi makanan dengan gizi yang seimbang, cukup istirahat dan olahraga, kalau ada gejala segera cek kesehatan," katanya.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.