King Cobra Patuk dan Tewaskan Pemiliknya Baru Dibeli Online

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rendy Arga Yudha pemuda asal Depok tewas usai digigit ular jenis King Kobra, Minggu, 10 November 2019.

    Rendy Arga Yudha pemuda asal Depok tewas usai digigit ular jenis King Kobra, Minggu, 10 November 2019.

    TEMPO.CO, Depok - Ular jenis King Cobra yang menewaskan pemiliknya, Rendy Arga Yudha, 18 tahun, baru dipelihara selama sekitar seminggu. Rendy membelinya secara online.

    Kesaksian ini diberikan Yanti (42), tetangga Rendy di Cimanggis, Kota Depok. Yanti menyebut Rendy sebagai penyuka reptil dan diketahuinya pernah memelihara jenis ular sanca sebelumnya. 

    “Itu ularnya tuh punya dia sendiri, beli online kalau gak salah," katanya saat ditemui, Senin 11 November 2019. Yanti merujuk kepada ular kobra yang mengantar Rendy kepada maut. 

    Yanti mengatakan, Rendy sedang memberi minum kepada ular baru peliharaannya tersebut ketika digigit. Yanti mengungkap saat itu, Rabu 6 November, Rendy menghampiri dia dan suaminya dengan wajah pucat dan suhu badan yang sudah meninggi.

    "Pas kejadian katanya lagi kasih minum ular, tapi tidak tahu kenapa tiba-tiba matuk. Mungkin belum jinak atau apa saya tidak tahu juga," katanya menjelaskan. Dia mengatakan, saat ini ular tersebut sudah dibawa oleh rekan Rendy dan entah dibawa ke mana.

    Kepada Yanti dan suaminya, Rendy menunjukkan jari telunjuk tangan kanannya yang berdarah. Bermaksud memberi pertolongan pertama, Yanti pun segera mengikat jari telunjuk Rendy dengan karet.

    Rendy sempat dirawat selama empat hari di RSUI sejak Rabu 6 November dan mengembuskan nafas terakhirnya pada Minggu dinihari 10 November 2019 pada pukul 03.35. Peristiwa Rendy dipatuk ular kobra itu sempat viral di media sosial. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.