Jalani Pemeriksaan, Begini Dewi Tanjung Tantang Novel dan LSM

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK, Novel Baswedan memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019. Novel Baswedan berharap hasil yang ditemukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sangat signifikan untuk mengungkap pelaku lapangan dan aktor penyerangan terhadap dirinya, yang akan menjadi menjadi tolok ukur apakah kepolisian mampu bekerja sama memberantas korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK, Novel Baswedan memberikan keterangan kepada awak media di gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Juli 2019. Novel Baswedan berharap hasil yang ditemukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sangat signifikan untuk mengungkap pelaku lapangan dan aktor penyerangan terhadap dirinya, yang akan menjadi menjadi tolok ukur apakah kepolisian mampu bekerja sama memberantas korupsi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Politikus PDIP, Dewi Tanjung, mengaku menerima 20 pertanyaan dalam pemeriksaan perdananya sebagai pelapor yang menuduh penyerangan terhadap Novel Baswedan rekayasa. Dia menuduh itu justru setelah kepolisian tak kunjung mengungkap pelaku penyiraman air keras ke wajah senior KPK itu setelah 2,5 tahun berlalu.

    Pemeriksaan terhadap Dewi Tanjung berlangsung di Polda Metro Jaya selama dua jam sejak Pukul 15.30 WIB. Dalam pemeriksaan itu pula Dewi mengaku menyerahkan beberapa alat bukti kepada penyidik antara lain rekaman CCTV, foto-foto Novel dari media online, dan juga link berita.

    "Tadi ada sekitar 20 pertanyaan yang ditanyakan penyidik. Pertanyaan seputar perkara ya, seputar kasus yang saya laporkan," kata Dewi di Polda Metro Jaya, Senin 11 November 2019. 

    Usai pemeriksaan Dewi Tanjung mengaku tak gentar soal rencana pengaduan balik dari Novel Baswedan. Seperti diketahui sejumlah kalangan mengecam apa yang dilakukan Dewi Tanjung sebagai fitnah.

    Indonesia Corruption Watch, misalnya, mencurigai laporan itu pengalihan dari upaya mencari tersangka pelaku penyerangan Novel. Adapun YLBHI menganggapnya termasuk upaya pelemahan dukungan terhadap KPK. 

    Kader PDI P Dewi Tanjung (kerudung merah) saat melaporkan penyidik KPK Novel Baswedan atas tuduhan rekayasa penyiraman air keras ke Polda Metro Jaya, Rabu 6 November 2019. TEMPO/TAUFIQ SIDDIQ

    Setengah bergurau, Dewi Tanjung menjawabnya, "Ya nggak apa-apalah, kan itu haknya Pak Novel juga mau laporkan saya balik. Masa saya harus bilang wow gitu?" 

    Dewi Tanjung bahkan menantang lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang juga akan melaporkan dirinya atas dugaan penyebaran hoax dan fitnah. Caleg yang gagal dalam pileg lalu tersebut menyatakan sudah siap atas risiko melaporkan Novel. 

    "Suruh aja mereka membuktikan di mana hoax, bohongnya, fitnahnya, ya kan," kata dia. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.