PSI Tolak Formula E, Ketua DPRD DKI Dukung Anies Baswedan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada dalam mobil listrik BMW i8 bersama pembalap Formula 2 asal Indonesia, Sean Gelael, dalam konvoi mobil listrik untuk mengumumkan balapan Formula E 2020 di Jakarta, Jumat 20 September 2019

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada dalam mobil listrik BMW i8 bersama pembalap Formula 2 asal Indonesia, Sean Gelael, dalam konvoi mobil listrik untuk mengumumkan balapan Formula E 2020 di Jakarta, Jumat 20 September 2019

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mempertanyakan sikap Fraksi PSI DKI yang mendesak Gubernur DKI Jakara Anies Baswedan membatalkan penyelenggaraan Formula E di ibu kota. Senada dengan Anies, Prasetio menilai ajang Formula E akan bisa membawa dampak positif bagi perekonomian DKI Jakarta.

    "Kalau tidak terlalu penting itu, tinggal pandangan mereka (PSI) tidak terlalu penting apa? Ini ada satu agenda besar," kata Edi di DPRD DKI, Senin, 11 November 2019.

    Sebelumnya PSI mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatalkan rencana penyelenggaraan Formula E tahun 2020. Mereka menilai penyelenggaran ajang itu merupakan bentuk pemborosan uang rakyat.

    Anggota DPRD DKI dari PSI, Anthony Winza Probowi, menyatakan penyelenggaraan Formula E membutuhkan anggaran yang tak sedikit. Dia menilai uang sebesar Rp 1,6 triliun tersebut lebih baik digunakan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat bagi rakyat kecil.

    Menurut Edi, DKI Jakarta mesti menerima event tersebut karena bakal membawa nama ibu kota mendunia. Apalagi, dalam event tersebut DKI hanya diberikan satu tanggal per tahun selama lima tahun kontrak penyelenggaraan.

    Penyelenggaraan Formula E bagus untuk DKI dalam mencari pemasukan melalui penyelenggaraan tersebut selama lima tahun.

    "Jadi jangan hanya dilihat satu kali saja. Ada yang kedua, ketiga, keempat dan kelima. Penyelenggaraan ketiga sampai kelima itulah keuntungan balik modal sedalam-dalamnya."

    Edi mencontohkan Singapura yang mau menerima event itu saat awal ditawarkan menjadi tuan rumah. Tanpa pikir panjang, menurut Edi, Singapura menerima event tersebut. Dia pun mencontohkan harga kamar hotel yang melambung tinggi ketika ada ajang besar seperti itu.

    "Sekarang Singapura sudah menerima manfaatnya," ujarnya. "Dulu kita kalau ke Singapura mau nonton F1, kalau hari biasa (harga kamar hotel) cuma 100 dollar atau 125 dollar Singapura ya. sekarang kalau ada event bisa dua ratus kali lipat harganya."

    Menurut Edi, penyelenggaraan Formula E di ibu kota juga bakal secara otomatis mendorong perekonomian. "Tapi memang manfaatnya tidak bisa langsung dirasakan di tahun pertama penyelenggaraan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?