Sekolah Roboh, BPBD Tangerang Bangun Tenda untuk Belajar

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ondisi tiga ruang kelas SD 2 Malangnengah, Pagedangan, Kabupaten Tangerang yang roboh, Selasa pagi ini 12 November 2019. TEMPO/Joniansyah

    ondisi tiga ruang kelas SD 2 Malangnengah, Pagedangan, Kabupaten Tangerang yang roboh, Selasa pagi ini 12 November 2019. TEMPO/Joniansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Tangerang mendirikan tenda berukuran besar di halaman SD Negeri Malangnengah II Pagedangan, Senin malam, 11 November 2019. Tiga ruangan kelas di sekolah roboh akibat angin kencang.

    Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Agus Suryana mengatakan tenda berukuran 12 x 8 meter itu didirikan atas permintaan sekolah. "Sekolah meminta kami mendirikan tenda ini untuk keperluan belajar para siswa yang ruang kelasnya roboh," kata Agus kepada Tempo, Selasa, 12 November 2019.

    Agus mengatakan tenda yang biasanya digunakan untuk pengungsian itu memiliki kapasitas 30-50 orang atau tempat tidur. "Sejauh ini sekolah minta satu tenda dulu, untuk pengaturannya sebagai ruang belajar siswa kami serahkan ke pihak sekolah," kata Agus yang memastikan jika tenda itu akan rampung hari ini juga.

    Terkait dengan robohnya bangunan karena angin kencang dan hujan, Agus mengatakan sebenarnya bangunan sekolah itu dalam kondisi bagus dan kokoh tidak akan mudah rusak karena cuaca. Namun dia mengakui jika Kecamatan Pagedangan termasuk wilayah yang rawan puting beliung.

    Kepala SD Negeri Malangnengah 2, Saiful Haris mengatakan saat ini 207 siswa harus belajar bergantian karena tiga ruangan kelas roboh. "Siswa kelas 4,5 dan 6 harus berbagi dengan siswa kelas 1,2 dan 3, ruangannya bergantian pagi dan sore," kata dia.

    Menurut Haris, bangunan sekolah itu memang pertama kali dibangun pada 1975 dan direhab 2012. Sebelum kejadian bangunan sekolah roboh itu, pihak sekolah sebenarnya sudah menginformasikan kekhawatiran robohnya bangunan karena dinding retak dan miring. Karena itu, tiga ruangan kelas yang ada dalam satu unit bangunan sudah dikosongkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.