Sopir Ojek Online Berkeliaran Minta Ginjal Sempat Dibentak Siswa

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak siswa Sekolah Dasar (SD). TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi anak siswa Sekolah Dasar (SD). TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Pelajar Sekolah Dasar Negeri Bambu Apus 02, Pamulang sempat membentak sopir ojek online yang meminta ginjalnya pada Jumat akhir pekan lalu.

    "Kejadiannya hari Jumat 8 November setelah pulang sekolah sekitar pukul 11.00 wib anak saya dari sekolah jalan kaki mau ke rumah tiba-tiba ada yang mendatanginya menggunakan sepeda motor matik warna biru," kata Ita (32), orang tua murid, Rabu 13 November 2019.

    Menurut Ita, pria yang mengenakan atribut ojek online itu kemudian meminta ginjal kepada putranya. "Dek, boleh minta ginjalnya, anak saya langsung jawab tapi nadanya ngebentak, enggak, lalu anak saya lari sembunyi di balik tempat sampah," ujarnya.

    Setelah meminta ginjal anak kepada anak Ita, diduga sopir ojek online itu tersenyum di balik masker dan helm yang digunakannya. "Anak saya juga bilang kalau setelah minta ginjal, orang itu seperti sedang senyum karena matanya yang mengecil," ujarnya.

    Kejadian itu membuat anaknya sangat ketakutan hingga berlari pulang. "Anak saya pas pulang ke rumah ngos- ngosan, saya tanya ternyata ada kejadian seperti ini," ungkapnya.

    Setelah mendapat laporan itu, Ita langsung menceritakannya ke tetangga. Ternyata, anak tetangganya juga pernah diminta ginjalnya. Bahkan ada siswa kelas 6 yang mengalami kejadian serupa. 

    Ita telah menceritakan kejadian sopir ojek online berkeliaran minta ginjal anaknya itu kepada guru SDN Bambu Apus 02. "Di grup WhatsApp, guru juga sudah mengimbau kepada orang tua untuk menjemput anak-anaknya setelah pulang sekolah. Setelah kejadian kemarin saya bilang ke anak saya kalau ketemu orang yang mencurigakan teriak aja," imbuhnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.