Heboh Cerita Ojol Minta Ginjal Anak SD, Ini Kata Gojek

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengemudi ojek online menunggu penumpang di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah pengemudi ojek online menunggu penumpang di Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Cerita tentang anak SD di Pamulang, Tangerang Selatan, diminta organ ginjalnya oleh pria tak dikenal menjadi buah bibir. Si pria disebutkan mengendarai sepeda motor dengan jaket atau aksesoris umumnya pengemudi ojek online alias ojol.  

    Kepala Polsek Pamulang Komisaris Hadi Supriatna telah mengungkap kemungkinan lain dari cerita itu. Hadi menyebut bisa saja si pria tak dikenal itu tidak waras atau situasinya tidak serius. Dia berharap orang tua murid tak menyebarkan kisah tanpa kejelasan dan menyarankan melaporkan setiap peristiwa yang dianggap mencurigakan ke kepolisian. 

    "Dengan kejadian ini kami juga melakukan kontrol ke sekolah-sekolah, dan kepada pihak sekolah untuk juga menjaga anak murid, apabila orang tuanya belum jemput jangan dibiarkan ke luar sekolah," kata Hadi, Selasa 12 November 2019.

    Dihubungi terpisah, Vice President Corporate Communication GOJEK, Michael Reza Say, juga menolak cepat berkomentar. Dia menyatakan hendak menelusuri terlebih dulu cerita pria mengenakan jaket ojek online minta ginjal anak SD yang membuat heboh tersebut. 

    “Kami belum bisa komentar, harus kami telusuri dulu,” kata Michael via aplikasi percakapan WhatsApp, Rabu, 13 November 2019.

    Sementara itu, Manajer Public Relation Grab, Dewi Nuraini, tak memberi tanggapan apaun atas cerita yang sama. Panggilan telepon maupun pesan yang dikirim ke ponselnya tak berbalas hingga berita ini dibuat.  

    Cerita teror terhadap anak SD berawal dari satu orang tua yang mengisahkan anaknya, duduk di bangku kelas 3, didatangi seorang pengendara sepeda motor tidak dikenal sepulang sekolah. Orang itu meminta ginjal kepada anaknya yang dijawab dengan langkah seribu. 

    Menurut si orang tua, dia langsung melaporkan kejadian itu ke sekolah dan mendapati cerita sama dari murid yang lain. 

    MEIDYANA ADITAMA WINATA | ZW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.