Keluarga Korban Kecelakaan Grabwheels Belum Mau Lapor Polisi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ridzki Kramadibrata (President Director Grab Indonesia) saat melakukan uji coba Grabwheels di The Breeze BSD, Kamis 9 Mei 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Ridzki Kramadibrata (President Director Grab Indonesia) saat melakukan uji coba Grabwheels di The Breeze BSD, Kamis 9 Mei 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah keluarga korban kecelakaan otoped listrik milik Grabwheels di Senayan, Jakarta Pusat, hingga Rabu malam belum bersepakat membuat laporan ke polisi. "Kami belum lapor (polisi), keluarga korban mau kumpul dulu untuk diskusi," kata Ayah Ammar Nawwar, Rudy Yohanes, di rumah duka, Jalan Pisangan lama II nomor 214 RT01/RW03 Kelurahan Pisangan Timur, Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur.

    Menurut Rudy, sejak kecelakaan yang menewaskan anak bontot dari tiga bersaudara itu pada Minggu dini hari, 10 November 2019, pelaku berinisial DH bersama keluarganya telah beritikad baik menyambangi keluarga korban. "Keluarganya (pelaku) datang sejak anak saya dirawat di RSCM sampai ke rumah saya," katanya.
     
    Dalam pertemuan itu, kata Rudy, keluarga pelaku berulang kali meminta maaf dan menanyakan seputar aktivitas Rudi beserta keluarga. Rudi mengaku tidak menerima kompensasi dalam bentuk apapun, kecuali biaya perawatan selama korban berada di Rumah Sakit Angkatan Laut Mintoharjo dan RSCM.

    DH dan keluarga juga hadir saat prosesi pemakaman korban. "Kami tidak minta yah, cuman itu saja biaya rumah sakit dia yang bayar ada asistennya hubungi saya biar dia yang bayar. Sudah itu saja," ujar Rudy.

    Rudy dan dua keluarga korban kecelakaan Grabwheels lainnya saat ini masih intensif berkomunikasi untuk menentukan langkah berikutnya. "Kami masih diskusikan dulu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?