Cuaca Ekstrem, Puluhan Rumah di Tangerang Disapu Puting Beliung

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Atap ruangan kelas Laboratorium ambruk diterjang angin kencang dan curah hujan yang tinggi di SMA 6 Tangerang, Banten, (19/1). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Atap ruangan kelas Laboratorium ambruk diterjang angin kencang dan curah hujan yang tinggi di SMA 6 Tangerang, Banten, (19/1). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Tangerang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Tangerang mencatat lebih dari 23 bangunan rusak disapu angin puting beliung. Puting beliung menghempaskan rumah penduduk hingga bangunan sekolah di beberapa titik dalam kurun waktu tiga hari belakangan ini.

    "Yang baru tercatat 23 bangunan, kemungkinan masih bertambah," kata Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Agus Suryana kepada Tempo, Kamis, 14 November 2019.

    Agus mengatakan cuaca ekstrim disertai angin kencang, hujan deras dan petir mulai terjadi pada masa peralihan dari kemarau ke ke musim hujan ini. Kondisi ini, kata dia, memicu datangnya angin puting beliung di sejumlah titik rawan di Kabupaten Tangerang. "Tapi puting beliungnya skala kecil masih skala dua," kata dia.

    Berdasarkan data yang masuk ke BPBD Kabupaten Tangerang, angin kencang yang merusak bangunan terjadi sejak Selasa, 14 November lalu di Kecamatan Jambe, Kresek, Legok dan Tigaraksa. "Kerusakan bangunan ada yang parah, ada juga yang sedang dan ringan," kata Agus.

    Agus juga mengakui ada bangunan sekolah dan pesantren yang dilaporkan rusak diterjang angin ribut itu. "Tapi kerusakannya minor, plafonnya copot dan beberapa genting yang terbang," ujarnya.

    Untuk rumah penduduk yang rusak parah akibat puting beliung, kata Agus, sebagian besar bangunan semi permanen yang dibuat dengan bahan yang tidak ramah cuaca. "Tentunya setelah didata, akan ada bantuan dan ganti rugi dari pemerintah," kata Agus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.