Investor Sebut Direksi Kampoeng Kurma akan Jual Aset Kantor

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor PT Kampoeng Kurma Group  di Jalan Pangeran Assogiri, Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, seperti yang terlihat Kamis 14 November 2019. Tempo/M Sidik Permana

    Kantor PT Kampoeng Kurma Group di Jalan Pangeran Assogiri, Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, seperti yang terlihat Kamis 14 November 2019. Tempo/M Sidik Permana

    TEMPO.CO, Bogor -Seorang investor PT Kampoeng Kurma, Tribudi, mengatakan bahwa kondisi perusahaan tengah mengalami masalah dan kesulitan keuangan. Hal itu diungkapkan direksi PT Kampoeng Kurma kepada puluhan konsumen yang berinvestasi membeli lahan kavling, beberapa waktu lalu.

    "Sejak bulan Mei lalu pihak Kampung Kurma mengakui jika keadaan perusahaannya sedang kurang sehat baik manajemen maupun keuangannya," kata pria berusia 57 tahun yang turut membeli lahan.

    Ia mengatakan ratusan investor yang menjadi korban membentuk tim sepuluh untuk berkomunikasi dengan direksi. "Saat pertemuan dengan kami dari tim sepuluh mereka (direksi) berjanji pada April mendatang akan menyelesaikan permasalahannya," kata dia.

    Menurut dia, direksi akan menjual beberapa aset perusahaan untuk mengembalikan dana investor. "Mereka berjanji akan membereskannya dan minta kami bersabar. Mereka pun akan menjual gedung kantor dan perusahaan Kurma TV bagi konsumen yang meminta dana kembali," kata dia.

    Akan tetapi gedung kantor yang ditempati Kampoeng Kurma hingga saat ini belum ada yang minat untuk membelinya. "Masalahnya bangunan kantor yang akan mereka jual ini belum laku, jadi bagaimana mungkin mereka bisa membayar. Sedangkan kondisi keuangan mereka bermasalah," kata dia.

    Tubudi mengaku jika dirinya masih berharap kondisi Kampoeng Kurma kembali pulih dan perusahaan bisa menyelesaikan semua kewajibannya. "Saya pribadi masih optimistis investasi membaik karena di beberapa daerah seperti Cirebon perkebunannya sedang berjalan dan mulai tumbuh," kata dia.

    Dia mengaku awalnya membeli kavling untuk investasi kebun kurma di wilayah Jonggol akan tetapi pihak perusahaan menginformasikan jika lokasi kavling miliknya tidak bagus untuk ditanam kurma. "Saya pun diberikan opsi pindah lokasi kavling dari Jonggol ke lokasi kavling di Jasinga atau Cirebon, dan saya memilih di Cirebon karena informasinya sudah bagus penananya," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?