Antisipasi Banjir Tahun Depan, Sungai dan Waduk di DKI Dikeruk

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengerukan sungai. ANTARA/Andika Wahyu

    Pengerukan sungai. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyatakan telah mengeruk 17 sungai dan lima waduk untuk mencegah banjir pada musim hujan tahun depan. Kepala Dinas SDA DKI, Juaini Yusuf, mengatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah banjir.

    Sejumlah langkah yang telah dilakukan di antaranya membuat sumur resapan, rainwater harvesting, onsite detention, pengerukan sungai dan waduk untuk menghadapi potensi banjir saat musim hujan. "Kami siap untuk menghadapi musim hujan tahun ini," kata Juaini di Bali Kota DKI, Kamis, 14 November 2019.

    Ia menuturkan lima waduk yang telah dikeruk, yakni Waduk Pluit, Melati, Teluk Gong, BPP Poncol, dan Embung Cendrawasih. Selain itu, pemerintah juga telah membangun 10 waduk yang tersebar di ibu kota, untuk memaksimalkan menangkap air tumpahan hujan.

    Waduk yang dibangun tersebut, yakni Waduk Cilangkap Giri Kencana, Cimanggis, Kampung Rambutan 1 dan 2, Pondok Rangon, Pekayon, Situ Rawa Minyak, Embung Lapangan Merah, Embung Semper Barat Cilincing, Embung Cakung Timur, dan Pembangunan Kali sepanjang 8.274 meter. "Pembangunan telah selesai September lalu," ujarnya.

    Dinas SDA juga membangun sumur resapan di seluruh wilayah Indonesia. Dari target 1.000 sumur resapan hingga medio November ini telah terbangun 880 sumur resapan. "Kami juga membangun National Capital Integrated Coastal Development Kali Kamal sepanjang 2,2 km, dan naturalisasi revitalisasi sungai."

    Juaini menuturkan upaya pemerintah untuk menanggulangi banjir telah terlihat. Dari 30 lokasi genangan air di ibu kota, saat ini tinggal 15 titik genangan air.

    Untuk mempercepat air genangan surut, DKI telah menyiapkan pompa mobile sejumlah 133 unit dengan kapasitas 28,512 meter kubik per detik dan pompa stationer sejumlah 457 unit di 165 lokasi dengan kapasitas 489,01 meter kubik per detik.

    Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan petugas di 231 pintu air, excavator amphibi untuk pengerukan waduk, combi jetting yang digunakan untuk penyedotan lumpur saluran drainase, Automatic Water Level Recorderdi 21 lokasi, serta CCTV Online sejumlah 103 unit. "Sebanyak 7.889 personil pun siap kami kerahkan, dengan dilengkapi alat berat 260 unit dan dump truck 461 unit."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.