Keruk Waduk Sejak Juli, DKI Sebut Siap Antisipasi Musim Hujan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menggunakan alat berat untuk mengeruk Waduk Pluit di Jakarta, Senin, 11 November 2019. Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pengerukan Waduk Pluit seluas 80 hektare untuk mencegah pendangkalan dan mengantisipasi banjir saat musim hujan. ANTARA

    Pekerja menggunakan alat berat untuk mengeruk Waduk Pluit di Jakarta, Senin, 11 November 2019. Pemprov DKI Jakarta terus melakukan pengerukan Waduk Pluit seluas 80 hektare untuk mencegah pendangkalan dan mengantisipasi banjir saat musim hujan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan telah mengantisipasi potensi banjir pada musim hujan tahun depan. Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI, Juaini Yusuf, mengatakan pemerintah telah mengeruk situ, sungai dan rawa untuk memaksimalkan kapasitas tangkapan air saat musim hujan sejak Juli lalu.

    "Jadi saat musim hujan kapasitas waduk sudah bisa kami tingkatkan," kata Juaini di Balai Kota DKI, Kamis, 14 November 2019.

    Selain mengeruk waduk dan sungai, pemerintah juga telah menyiapkan 457 unit pompa air di 165 lokasi yang tersebar di seluruh ibu kota. Pompa tersebut terdiri dari pompa stasioner dan pompa mobil.

    Dinas SDA juga telah menyiapkan 7.800 petugas yang disiagakan di pompa dan kawasan rawan banjir. Mereka bakal bertugas untuk memantau ketinggian air dan membersihkan saluran air saat musim hujan. "Musim hujan diperkirakan mulai dasarian kedua Desember," ujarnya.

    Juaini menuturkan untuk mempercepat surutnya genangan air, SDA telah membangun 880 sumur resapan dari total target 1.000 unit. "Kami sangat siap mengantisipasi musim hujan tahun depan" ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.